Perkuat Literasi Keamanan Siber, UPJ Gelar Program Internasional ‘Cybersecurity’
- 11 Jun 2026 12:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) melalui Program Studi Informatika menyelenggarakan CS4ALL Indonesia Workshop untuk meningkatkan literasi dan kompetensi keamanan siber bagi mahasiswa, siswa SMK, komunitas pendidikan, dan masyarakat.
- Program Cybersecurity for All (CS4ALL) merupakan bagian dari proyek internasional Erasmus+ Capacity Building in Higher Education yang berfokus pada penguatan pendidikan dan kapasitas keamanan siber secara inklusif.
- UPJ menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem pembelajaran keamanan siber melalui Cyber Security Laboratory, kolaborasi industri, dan program internasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah meningkatnya ancaman digital dan pesatnya perkembangan teknologi, literasi keamanan siber menjadi keterampilan yang semakin penting bagi generasi muda. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) melalui Program Studi Informatika menyelenggarakan rangkaian CS4ALL Indonesia Workshop yang ditujukan bagi mahasiswa, siswa SMK, komunitas pendidikan, hingga masyarakat umum.
Program bertajuk "Cybersecurity for All (CS4ALL)" ini merupakan bagian dari proyek internasional Erasmus+ Capacity Building in Higher Education Project No: 101083009. Proyek ini berfokus pada penguatan pendidikan dan literasi keamanan siber secara inklusif.
Kepala Program Studi Informatika UPJ sekaligus Team Leader CS4ALL UPJ, Ida Nurhaida, mengatakan bahwa keamanan siber kini bukan lagi kompetensi yang hanya dibutuhkan kalangan teknis, melainkan keterampilan dasar yang perlu dipahami masyarakat sejak dini.
"Keberhasilan CS4ALL tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi dari sejauh mana mereka memperoleh pengalaman belajar yang relevan, meningkatkan pemahaman, dan melihat keamanan siber sebagai kompetensi penting di era digital," kata Ida, di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Workshop dirancang secara bertahap, mulai dari pengenalan konsep dasar keamanan digital dan pemahaman ancaman siber. Serta, praktik monitoring, hingga pengenalan Security Operations Center (SOC) dan penanganan insiden siber.
Program ini melibatkan berbagai institusi pendidikan dan mitra industri, antara lain UPJ, IPB University, Swiss German University, MANTA, Xellar, Normies, CoinEx, Space ID, dan BlockDevId. Kolaborasi tersebut memungkinkan peserta memahami penerapan keamanan siber secara langsung dalam berbagai ekosistem teknologi digital, termasuk Web3.
Rangkaian kegiatan mencakup lima tema utama, yakni Blockchain Fundamentals and Secure Digital Systems, Cybersecurity Awareness and Threat Intelligence, Understanding Threat Landscape and Honeypot Fundamentals. Kemudian, Hands-on Honeypot Deployment and Threat Monitoring, serta Security Operations Center and Incident Response Practices.
Melalui pendekatan berbasis praktik, peserta diperkenalkan pada berbagai ancaman digital yang umum ditemui. Di antaranya, phishing, malware, pencurian data, hingga teknik pemantauan dan investigasi ancaman siber.
Evaluasi program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta di seluruh sesi, di mana pada workshop blockchain security, rata-rata nilai peserta meningkat dari 52 persen menjadi 74 persen. Sementara itu, workshop cybersecurity awareness bagi siswa SMK mencatat kenaikan dari 50,6 persen menjadi 74,2 persen.
Peningkatan juga terlihat pada sesi threat landscape dan honeypot fundamentals yang naik dari 54,8 persen menjadi 76,5 persen, serta hands-on honeypot deployment dari 56,2 persen menjadi 78,4 persen. Adapun sesi Security Operations Center dan incident response mencatat peningkatan tertinggi, dari 57,4 persen menjadi 80,6 persen.
Menurut Ida, peserta mulai memahami cara mengenali pola ancaman digital, membaca aktivitas mencurigakan, mengidentifikasi serangan sederhana, hingga memahami proses dasar respons terhadap insiden keamanan siber.
UPJ menilai penguatan literasi keamanan siber menjadi kebutuhan mendesak di tengah transformasi digital yang semakin cepat. Karena itu, kampus terus memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis praktik melalui pemanfaatan Cyber Security Laboratory, kolaborasi industri, serta berbagai program internasional.
Ke depan, hasil workshop akan dikembangkan menjadi program pelatihan lanjutan, micro-credential, sertifikasi kompetensi, hingga kegiatan capacity building bagi mahasiswa, siswa, guru, dan komunitas.
"Melalui CS4ALL, kami ingin turut membangun talenta digital Indonesia yang tidak hanya melek teknologi. Namun, juga siap menghadapi tantangan keamanan siber di masa depan," ujar Ida.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....