IWA 2026 Soroti Pentingnya Kepercayaan Digital di tengah Ancaman AI

  • 12 Jun 2026 07:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Exabytes Indonesia menggelar Indonesia Website Awards (IWA) 2026 di Jakarta dengan tema “Securing Digital Trust in the AI Threat Era”.
  • IWA 2026 menyoroti pentingnya kepercayaan digital sebagai faktor utama keberlangsungan bisnis online di tengah perkembangan AI dan meningkatnya ancaman siber.
  • AI dinilai memberikan kemudahan dalam pengembangan website, tetapi juga memperluas risiko serangan siber seperti phishing otomatis, deepfake, dan eksploitasi keamanan berbasis AI.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang semakin pesat membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi ekosistem digital. Di tengah meningkatnya ancaman siber berbasis AI, kepercayaan digital dinilai menjadi faktor utama yang menentukan keberlangsungan bisnis online.

Isu tersebut menjadi fokus dalam ajang "Indonesia Website Awards (IWA) 2026" yang digelar Exabytes Indonesia di Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juni 2026 malam. Mengusung tema "Securing Digital Trust in the AI Threat Era", penghargaan tahunan ini memberikan apresiasi kepada web developer, desainer, agensi digital, dan brand yang menghadirkan website terbaik.

VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, mengatakan bahwa tantangan utama pengembang website saat ini bukan lagi pada proses pembuatan situs yang semakin mudah berkat AI, melainkan membangun kepercayaan pengguna.

"Kecepatan, keamanan, dan kepercayaan menjadi tiga faktor utama yang harus dijaga. Kepercayaan lahir dari kepatuhan terhadap regulasi data, audit keamanan yang konsisten, serta pengalaman pengguna yang baik," ujarnya.

Menurut Indra, perkembangan AI juga membuat ancaman siber semakin kompleks. Teknologi tersebut memungkinkan munculnya berbagai modus serangan baru, mulai dari phishing otomatis hingga eksploitasi celah keamanan yang lebih canggih.

Karena itu, IWA terus memperbarui kriteria penilaiannya agar selaras dengan perkembangan industri digital. Tahun ini, aspek otoritas digital dan Generative Engine Optimization (GEO) mendapat perhatian khusus untuk memastikan website mampu ditemukan tidak hanya oleh pengguna internet, tetapi juga oleh sistem AI.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, IWA memberikan penghargaan dalam empat kategori. Masing-masing: Web Excellence Commercial & E-commerce, Web Excellence Personal, Site of The Year, dan People’s Choice Digital Brand yang dipilih melalui voting publik.

Salah satu sorotan acara adalah terpilihnya Ibnu sebagai pemenang kategori Web Excellence sekaligus Site of The Year. Ia mengaku telah menekuni dunia pengembangan website sejak masih duduk di bangku SMP dengan berbagai keterbatasan akses internet.

"AI sangat membantu developer untuk meningkatkan keamanan sistem dan menghasilkan desain yang lebih baik. Namun keamanan, desain, dan kecepatan tetap menjadi tiga aspek yang tidak bisa dikompromikan," katanya.

Selain malam penghargaan, IWA 2026 juga menghadirkan sejumlah sesi diskusi mengenai keamanan siber dan kepercayaan digital. Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas, membuka acara dengan paparan mengenai lanskap ancaman siber nasional.

Diskusi turut menghadirkan perwakilan Indonesia Cyber Crime Analyst Platform (ICPAP) dan kreator konten Reza Erfit. Serta, para praktisi industri digital yang membahas tantangan keamanan data, privasi, dan kepercayaan publik di era AI.

Founder & Co-CEO Avonetiq, Alexandro Wibowo, menilai bahwa kemudahan membangun website saat ini harus diimbangi dengan akuntabilitas yang kuat dari pemilik bisnis.

"Website harus merepresentasikan brand secara utuh, mulai dari performa, desain, keamanan, hingga bagaimana dipersepsikan oleh AI. Akuntabilitas akan melahirkan otoritas, dan otoritas akan membangun kepercayaan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....