Dorong Kolaborasi Nyata, UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian pada Masyakat
- 23 Apr 2026 19:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Negeri Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat, di Aula Bung Hatta, UNJ, Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor.
FGD didukung Program LPDP melalui skema EQUITY peningkatan kualitas pendidikan. Program ini juga memperkuat rekognisi internasional perguruan tinggi.
Kegiatan menjadi wadah diseminasi capaian program pengabdian UNJ kepada publik. Forum ini juga membuka ruang sinergi akademisi dan pemangku kepentingan.
Kolaborasi diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals secara berkelanjutan. Fokus utama adalah dampak nyata hasil riset bagi masyarakat.
Ketua LPPM UNJ Iwan Sugihartono menegaskan pentingnya pengabdian masyarakat. Ia menyebut pengabdian bukan sekadar hilirisasi riset akademik.
"Pengabdian harus menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat luas. Pemberdayaan wilayah dan kewirausahaan menjadi kunci keberlanjutan," ujar Iwan dalam sambutannya.
Direktur Inovasi UNJ R.A. Murti Kusuma W menyoroti peran program EQUITY LPDP. Program ini meningkatkan visibilitas dan dampak pengabdian tingkat global.
Rektor UNJ Komarudin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor berkelanjutan. Ia mendorong ekosistem inovasi terhubung langsung kebutuhan masyarakat.
FGD menampilkan berbagai program inovatif berbasis kebutuhan masyarakat. Salah satunya riset antropometri untuk desain ergonomis masyarakat Indonesia.
Umiatin menjelaskan pentingnya penerapan riset antropometri dalam desain produk. Pendekatan ini menyesuaikan karakteristik fisik masyarakat Indonesia.
Program RSSG dipresentasikan Ahmad Rifqy Ash Shiddiqy bersama Pemerintah Kota Depok. Program ini fokus memperluas akses pendidikan inklusif masyarakat kurang mampu.
Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi contoh nyata implementasi program. Sinergi ini memperkuat pemerataan pendidikan berkualitas.
Tesaannisa memperkenalkan Pojok Konseling Sastra di Rusunawa Jatinegara Kaum. Program ini bekerja sama dengan UPRS VII sebagai mitra.
Pendekatan bibliokonseling menjadi ruang aman bagi anak-anak berekspresi. Anak-anak juga memperoleh pendampingan psikososial melalui kegiatan literasi.
Diseminasi juga dikemas kreatif melalui karya seni berbasis riset masyarakat. Tari Manuk Bulak menjadi salah satu contoh karya kolaboratif.
Karya tersebut dikembangkan bersama masyarakat Desa Bulak sebagai potensi wisata budaya. Pendekatan seni memperkuat identitas lokal sekaligus ekonomi kreatif.
Dalam bidang teknologi, Nur Azisah memperkenalkan inovasi ARUNA untuk pengelolaan sampah. Teknologi ini mendukung pelestarian ekosistem laut di Muara Angke.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....