NCC 2026 Dorong Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber di Era AI

  • 07 Agt 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ancaman siber di era AI semakin kompleks, sehingga diperlukan penguatan ketahanan dan keamanan digital nasional.
  • NCC 2026 resmi diperkenalkan melalui soft launching di Jakarta sebagai rangkaian menuju konferensi keamanan siber edisi ke-5.
  • Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci, dengan melibatkan pemerintah, industri, akademisi, asosiasi, komunitas, dan penyedia solusi teknologi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ancaman keamanan siber yang semakin kompleks seiring pesatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mendorong perlunya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, industri, akademisi, asosiasi, dan pelaku teknologi dinilai perlu memperkuat sinergi untuk membangun ketahanan digital nasional.

Hal tersebut mengemuka dalam Soft Launching National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 yang digelar PT Naganaya Indonesia Internasional. Kegiatan tersebut digelar bersama Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

NCC 2026 merupakan konferensi keamanan siber tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-5. Dijadwalkan kegitan kan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, dengan mengangkat tema "Securing Trust and Resilience in the Age of AI-Driven Digital Transformation".

Deputy for Government Cyber Security & Crypto & Human Resource Development BSSN RI, Dr. Sulistyo, S.Si, M.Si, mengatakan perkembangan teknologi AI turut diikuti dengan semakin kompleksnya ancaman siber.

"Ancaman siber saat ini berkembang jauh lebih kompleks seiring masifnya adopsi teknologi berbasis AI. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk membangun ekosistem keamanan siber nasional yang tangguh dan tepercaya," ujarnya.

Menurut dia, keberadaan forum seperti NCC dapat menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan digital.

Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, Muhammad Neil El Himam, menilai keamanan siber menjadi salah satu fondasi penting. Perihal ini, dalam menjaga keberlanjutan ekonomi kreatif berbasis digital.

"Keamanan siber merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan ekonomi kreatif digital Indonesia. Melalui National Cybersecurity Connect 2026. Kami berharap tercipta kolaborasi yang lebih erat antara pelaku ekonomi kreatif, industri teknologi, dan semua pihak terkait," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....