Aksi Detektif SLTAK PENABUR Jakarta di "Science Project Challenge"

  • 21 Apr 2026 08:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • SLTAK PENABUR Jakarta menyelenggarakan PENABUR Science Project Challenge dengan mengusung tema "Crack the Case with Science".
  • Kompetisi diikuti 17 tim terbaik di bidang sains yang mewakili masing-masing sekolah.
  • PENABUR Science Project Challenge sangat bermanfaat bagi siswa karena mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Kristen (SLTAK) PENABUR Jakarta kembali menyelenggarakan PENABUR Science Project Challenge, dengan mengusung tema "Crack the Case with Science". Kompetisi diikuti 17 tim terbaik di bidang sains yang mewakili masing-masing sekolah, untuk menjadi detektif guna menyelesaikan suatu kasus.

"Kompetisi ini berbeda dengan yang lainnya, kalau biasanya siswa diajak menyelesaikan soal secara teoritis, kali ini mereka harus memecahkan sebuah kasus, dengan menggunakan ilmu sains yang selama ini mereka sudah pelajari di sekolah," kata Kepala Jenjang SLTAK PENABUR Jakarta, Sylviana Chrisyan.

Kegiatan berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, di Aula SMAK 1 PENABUR. Mengangkat kisah tokoh fiktif yaitu Profesor Pongu yang merupakan burung hantu, ia adalah peneliti energi terbarukan yang sangat dihormati dan memiliki eksperimen yang berdampak pada keamanan nasional. Untuk itu, ia bersama peneliti lainnya ditempatkan di sebuah fasilitas dengan tingkat kerahasiaan dan keamanan yang tinggi.

Pada hari yang tak terduga, saat kamera CCTV dalam perbaikan, Profesor Pongu ditemukan sekuriti dalam keadaan tidak sadarkan diri di ruang kerjanya dengan kondisi ruangan yang berantakan. Ada genangan air di lantai, komputer dirusak, dan dokumen tercecer.

Di sinilah tugas siswa, yakni menyelesaikan teka-teki yang diberikan dalam lembar kerja siswa. Mereka diminta untuk mencari tahu siapa pelaku yang membuat Profesor Pongu tak sadarkan diri.

"Kegiatan ini adalah penyelenggaraan yang kedua. Pengetahuan matematika, fisika, kimia, dan biologi yang sudah didapatkan siswa di sekolah diasah untuk menyelesaikan kasus," ujar Kepala Seksi Bagian Kurikulum dan Evaluasi BPK PENABUR Jakarta, Hendra Tan, yang

berperan sebagai PIC kegiatan.

Matthew, Richi, Jacqueline, dan Renard, siswa dari SMK Farmasi BPK PENABUR yang terdiri dari siswa kelas X dan XI, tergabung menjadi satu tim untuk mengikuti PENABUR Science Project Challenge.

"Kegiatan ini seru sekaligus menantang dan membuat kita deg-degan. Untuk

memecahkan kasus ini, kita benar-benar harus memiliki pemahaman di mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi, dan terutama Kimia," ucap Richi.

Selama pengerjaan, timnya menemui kesulitan saat mengidentifikasi barang bukti yang merupakan jejak kaki hewan. Ini menjadi penentu siapa yang berada di dalam ruangan dan terlibat dalam kasus Profesor Pongu. "Akhirnya kami berusaha dan bekerja sama untuk menggolongkan jejak kaki tersebut," kata Richi.

Anggota tim lainnya, Jacqueline menambahkan bahwa untuk menyelesaikan kompetisi ini, komunikasi, kerja sama, kolaborasi, dan sikap saling percaya di dalam tim menjadi kunci utama.

"Kami semua beda kelas dan beda jenjang, kita juga baru kenal ketika ditunjuk guru menjadi satu tim untuk kompetisi ini. Kami pun berusaha membangun komunikasi lewat beberapa kali pertemuan ketika belajar bersama, sehingga saat kompetisi kami bisa bekerja sama dengan

baik," ujar Richi mengisahkan.

Sementara, Kepala Jenjang SLTAK PENABUR Jakarta, Sylviana Chrisyan, merasa senang karena setiap anak mau bekerja sama, berbagi tugas, dan berusaha menyelesaikan masalah dengan sumber daya yang terbatas.

"Kolaborasi, kerja sama, dan kerja keras setiap tim untuk mengupayakan hasil yang terbaik begitu terlihat dengan memanfaatkan durasi waktu pengerjaan yang terbatas," kata dia.

Sedangkan PIC kegiatan, Hendra Tan, menilai PENABUR Science Project Challenge sangat bermanfaat bagi siswa

karena mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Hal ini sejalan dengan pembelajaran abad 21 yang berfokus pada kompetensi 4C dan sudah diterapkan di 16 SLTAK PENABUR Jakarta dalam kegiatan belajar mengajar maupun berbagai program.

"Harapannya, SLTAK PENABUR Jakarta mulai mengedepankan problem solving. Jadi, siswa tidak sekedar memahami ilmu pengetahuan tertentu secara teori saja, tetapi juga ketika ada kasus dapat menyelesaikannya. Salah satunya melalui kompetisi seperti ini, yang menjadi bekal

penting bagi kehidupan setiap siswa kedepannya," kata Sylviana menandaskan.

PENABUR Science Project Challenge juga bertujuan membentuk siswa agar memiliki profil BEST BPK PENABUR Jakarta. Be Tough, memiliki jati diri, spiritualitas, dan karakter Kristiani yang utuh dan tangguh. Excel Worldwide, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta

memiliki jiwa kepemimpinan untuk tujuan positif.

Kemudian, Share with Society, menghargai kemajemukan dan memiliki kepedulian sosial. Dan terakhir, Trust in God, mengandalkan Tuhan serta menunjukan sikap takut akan Tuhan dalam kehidupan keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....