Kemenperin Akselerasi Teknologi Drone Perkuat Industri Nasional
- 24 Feb 2026 10:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengakselerasi transformasi teknologi pesawat nirawak (drone) guna meningkatkan daya saing industri nasional. Pemanfaatan teknologi canggih ini bertujuan untuk mengefisiensikan proses produksi serta pengawasan pada berbagai sektor strategis.
Pemerintah terus mendorong pelaku industri kecil dan menengah agar mampu mengadopsi inovasi digital secara mandiri. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem manufaktur global yang semakin kompetitif saat ini.
“Pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle melalui drone kini menjadi layanan penting bagi berbagai industri. Teknologi ini digunakan di pertanian, kehutanan, pertambangan, dan menghasilkan pemetaan yang akurat,” ujar Agus, Senin, 23 Februari 2026.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sebanyak 24 industri kecil dan menengah (IKM) bergerak aktif dalam layanan drone. Pemerintah memberikan pendampingan intensif mulai dari peningkatan kapasitas internal perusahaan hingga pembukaan akses pasar secara luas.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita melakukan kunjungan langsung ke sejumlah perusahaan rintisan binaan di wilayah Yogyakarta. Ia memastikan produk perangkat lunak maupun perangkat keras dari industri tersebut dapat diimplementasikan oleh masyarakat luas.
“Tercatat 24 industri kecil dan menengah bergerak di layanan teknologi drone yang terus kami dampingi. Pendampingan mencakup peningkatan kapasitas perusahaan, akses pasar, dan pengembangan produk,” ujar Reni.
Pembinaan tersebut mencakup penyelenggaraan program Startup for Industry serta pendampingan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri. Pemerintah juga memfasilitasi para pelaku usaha untuk mendapatkan standar nasional Indonesia ISO 9001.
Sinergi antara kementerian dan pelaku usaha ini menciptakan ekosistem industri yang lebih luas bagi para inovator lokal. Para produsen kini dapat menjalin kolaborasi baru dengan institusi pendidikan serta mitra strategis yang sangat relevan.
“Dengan pembinaan tersebut, IKM drone semakin terekspos dalam ekosistem industri yang lebih luas. IKM dapat berjejaring dan menjalin kolaborasi dengan pelaku industri, institusi pendidikan, serta mitra strategis,” kata Reni.
Direktur IKM LMEAA Dini Hanggandari menambahkan partisipasi dalam pameran internasional menjadi katalis bagi penguatan bisnis. Industri binaan bahkan berkesempatan melakukan inisiasi pasar di negara anggota BRICS seperti Afrika Selatan secara langsung.
Perusahaan lokal seperti PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia telah berhasil memproduksi pesawat penumpang tanpa awak yang inovatif. Produk bermerek Frogs Indonesia tersebut kini telah digunakan pada lebih dari 21 provinsi di Indonesia.
PT Karya Solusi Angkasa juga memproduksi pesawat tanpa awak berkualitas tinggi yang khusus menyasar sektor pertanian nasional. Drone tersebut dibuat dari material karbon komposit yang memiliki ketahanan kuat terhadap cuaca maupun hujan ringan.
Selain itu, PT Aerotek Global Inovasi mengembangkan drone untuk misi pemadaman kebakaran dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Teknologi ini mampu menjatuhkan bola pemadam secara presisi sembari memantau titik api melalui kamera udara yang canggih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....