Ceko akan Terapkan Pertanian 4.0 di Indonesia
- 20 Apr 2023 02:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perusahaan agrikultur Ceko berbasis di Indonesia dan Universitas Ceko, akan menerapkan metode Pertanian 4.0 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kerja sama proyek telah disetujui melalui penandatanganan Nota Kesepahaman oleh kedua pihak di sela Forum Bisnis Indonesia-Cek, di Jakarta, Selasa (18/4/2023) malam.
Pendiri PT MMW Pangandaran Permaculture, Michal Wasserbauer mengungkapkan, dalam implementasinya metode ini didukung dengan pembangunan pusat ilmiah. Proyek ini akan melibatkan para mahasiswa PhD dari Universitas Ceko, yang akan menganalisis hingga meningkatkan proses pertanian agar lebih produktif.
"Kami telah membebaskan tujuh hektar lahan di daerah Pangendaran. Dan sekarang akan mulai membangun pusat sains ini. Idenya adalah untuk benar-benar membantu dan mengembangkan praktik pertanian di Indonesia," kata Wasserbauer.
“Pertanian 4.0 diyakini akan memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia, terutama lebih banyak produktivitas yang akan berdampak pada peluang pekerjaan baru. Selain dalam penerapannya akan melibatkan teknologi baru dengan berbagai proses yang jauh lebih baik.
“Kita juga akan melihat sertifikasinya. Ada peluang lebih banyak produk pertanian Indonesia untuk diekspor ke luar negeri di masa depan untuk memenuhi semua persyaratan dan juga sertifikasi,” ujarnya.
Pusat ilmiah yang menjadi bagian Pertanian 4.0 akan menganalisa proses pertanian yang sebagian besar dilakukan secara manual di Indonesia. “Bagaimana kualitas produk dapat lebih baik atau lebih tinggi, nagaimana buah bisa dihasilkan dengan proses yang lebih sehat,” ucap Wasserbauer.
Wasserbauer memastikan dalam prakteknya Pertanian 4.0 akan melibatkan para mahasiswa dari universitas kedua negara. Utamanya dalam memberikan kesempatan bagi mereka untuk mempraktiknya ilmu yang diperoleh di dalam kelas.
“Universitas juga memiliki kesempatan mencoba mengubah teori dan pengetahuan ini menjadi praktik dan mungkin itu akan membantu mereka bahkan selama proses studi. Karena, mereka akan memiliki kesempatan untuk mencoba berbagai hal yang saat ini mereka pelajari di universitas,” katanya.
Sementara Pembantu Rektor Universitas Ceko, David Herak mengatakan, pihaknya melibatkan kecerdasan buatan serta berbagai peralatan pertanian ramah lingkungan. “Misi kami adalah menerapkan teknologi modern seperti misalnya drone serta kecerdasan buatan dan itu akan membantu kita memantau kualitas lapangan, kualitas hasil pertanian,” kata Herak.
Menurut Herak, keuntungan menggunakan teknologi dalam metode pertanian ini, juga akan memberikan keuntungan bagi anak muda. Dengan tenaga efisien namun hasil pertanian yang diperoleh lebih tinggi dari cara manual.
“Misalnya, anak muda mereka tidak mau terlalu banyak bekerja di bidang pertanian dan visi kami adalah mereka dapat menggunakan teknologi kecerdasan buatan modern ini. Mungkin membuat seperti atau menciptakan pertanian agar lebih bermanfaat bagi kaum muda untuk bekerja di pertanian,” ujarnya.
Menurut rencana para mahasiswa PhD Universitas Ceko, akan tiba di Indonesia dalam program “Kelas Musim Panas” Juli mendatang. Mereka akan terlibat dalam proyek Pertanian 4.0 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....