THEFI 2026 Buka Peluang Beasiswa S1 hingga S3 di Taiwan
- 24 Jul 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- ICATI akan menyelenggarakan Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2026 pada 1-9 Agustus 2026 di lima kota besar sebagai pameran pendidikan tinggi Taiwan terbesar di Indonesia.
- THEFI 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-10 sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013, menunjukkan konsistensi program selama 13 tahun.
- Sebanyak 65 perguruan tinggi dari Taiwan akan berpartisipasi bersama dengan University Entrance Committee for Overseas Chinese Students (UECFOCS) dalam pameran ini.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ikatan Citra Alumni Taiwan se-Indonesia (ICATI) akan menyelenggarakan Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2026. Pameran pendidikan tinggi Taiwan terbesar di Indonesia ini akan berlangsung di lima kota besar pada 1-9 Agustus 2026.
Ketua Umum ICATI, Hengky Lau mengatakan, tahun ini menjadi penyelenggaraan THEFI yang ke-10 sejak pertama kali diselenggarakan pada 2013. Sebanyak 65 perguruan tinggi dari Taiwan bersama University Entrance Committee for Overseas Chinese Students (UECFOCS) akan berpartisipasi dalam pameran tahun ini.
"Selain memperkenalkan program akademik unggulan, para delegasi juga akan menjajaki peluang kerja sama strategis dengan perguruan tinggi. Sekaligus juga sekolah menengah umum dan kejuruan di Indonesia," kata Hengky dalam konferensi pers Pameran Pendidikan 2026 Taiwan Higher Education Fair Indonesia di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurutnya, Taiwan masih menjadi salah satu tujuan favorit pelajar Indonesia karena memiliki kualitas pendidikan tinggi yang diakui dunia. Terutama di bidang sains dan teknologi, teknik, kedokteran, pertanian, hingga bisnis.
"ICATI berperan aktif sebagai jembatan penghubung antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan Taiwan, memfasilitasi informasi, dan peluang beasiswa bagi pelajar Indonesia. Kemudian memberikan dukungan kepada mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Taiwan," ujarnya.
Di samping itu, ICATI juga aktif menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan strategis yang bertujuan mempererat hubungan kebudayaan, memperluas kerja sama antar lembaga. Bahkan, meningkatkan kontribusi alumni Taiwan bagi pembangunan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, kesempatan melanjutkan pendidikan di Taiwan tidak hanya terbuka bagi siswa dan mahasiswa. Tetapi juga bagi guru maupun tenaga pendidik yang ingin menempuh pendidikan magister hingga doktor.
Melalui THEFI 2026, ICATI berharap masyarakat Indonesia semakin mudah memperoleh informasi mengenai pendidikan tinggi di Taiwan. Sekaligus memperkuat hubungan akademik kedua negara.
Sementara itu, Director Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia, Meichi Shih mengatakan, Taiwan saat ini memiliki 139 universitas dengan sekitar 1 juta mahasiswa. Menurutnya, jumlah mahasiswa internasional pada 2025 mencapai sekitar 140 ribu orang, dengan 91 ribu di antaranya menempuh program sarjana.
"Jumlah mahasiswa asal Indonesia yang belajar di Taiwan kini mencapai sekitar 14 ribu orang. Jumlah itu terbesar kedua di antara seluruh mahasiswa internasional di Taiwan," kata Meichi.
Ia mengatakan, ada tiga bidang studi yang paling diminati mahasiswa Indonesia. Ketiganya yakni Teknik, Bisnis dan Manajemen, serta Teknologi Informasi.
Pemerintah Taiwan juga menyediakan berbagai program beasiswa mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral, termasuk beasiswa belajar Bahasa Mandarin selama satu tahun. Pendaftaran beasiswa tersebut dibuka setiap Februari hingga Maret melalui TETO.
"Pemerintah Taiwan terus memberikan peluang beasiswa dari S1 sampai S3, juga beasiswa bahasa Mandarin selama satu tahun. Kemudian, beasiswa-beasiswa ini bisa langsung daftar melalui TETO setiap tahun Februari sampai Maret," ujarnya.
Ketua Umum Panitia THEFI 2026, Sudjadi Mulia, mengatakan pameran ini digelar secara gratis dan terbuka untuk umum. Para pengunjung juga dapat berkonsultasi tanpa dipungut biaya mengenai beasiswa, kehidupan mahasiswa, hingga peluang karier di Taiwan.
"Pameran ini merupakan pameran pendidikan tinggi berskala internasional yang diselenggarakan secara non-komersial dan terbuka gratis untuk umum. Pengunjung juga dapat memperoleh layanan konsultasi tanpa biaya terkait studi, beasiswa, peluang kerja, dan kehidupan di Taiwan melalui stan informasi resmi yang diselenggarakan oleh ICATI," kata Sudjadi.
Pameran dibuka di Jakarta pada 1 Agustus 2026, dilanjutkan ke Bandung pada 2 Agustus, Semarang pada 4 Agustus. Kemudian di Surabaya pada 6-7 Agustus, dan ditutup di Medan pada 9 Agustus 2026.
Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 12 ribu orang di Jakarta dan Bodetabek, 5 ribu di Bandung. Kemudian, 5 ribu di Semarang, 10 ribu di Surabaya, serta 10 ribu di Medan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Ministry of Education Taiwan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Kemudian, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, serta Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta.
Wakil Ketua Umum THEFI 2026, Iwan Purnama mengatakan, hingga 2025 terdapat 18.740 pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Taiwan. Dari jumlah tersebut, 13.947 orang merupakan mahasiswa perguruan tinggi, dengan mayoritas berada di jenjang S1 sebanyak 11.141 mahasiswa, S2 sebanyak 1.539 mahasiswa, dan S3 sebanyak 1.081 mahasiswa.
Menurutnya, antusiasme terhadap THEFI terus meningkat setiap tahun. Pada 2023 pameran diikuti 46 universitas, bertambah menjadi 57 universitas pada 2024. Bahkan, meningkat lagi menjadi 65 universitas pada penyelenggaraan 2025 maupun 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....