Petro Gladiator Ubah Limbah Pertanian Jadi Nutrisi Organik

  • 27 Jul 2026 17:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Inovasi Petro Gladiator mengedukasi petani agar tidak lagi membakar limbah pertanian, melainkan mengolahnya menjadi Nutrisi Organik Cair (NOC) melalui proses fermentasi.
  • Program telah diterapkan melalui demplot di Malang dan direplikasi di 11 kabupaten, dengan target diperluas ke seluruh Indonesia.
  • Petrokimia Gresik melengkapi program dengan aplikasi Agrofertil, pendamping lapangan, dan layanan uji tanah gratis untuk membantu petani menerapkan pemupukan berbasis kondisi lahan secara tepat dosis.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemanfaatan limbah pertanian menjadi nutrisi organik cair (NOC) dinilai menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki kualitas tanah, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia. Inovasi tersebut dikembangkan melalui produk Petro Gladiator yang mengedukasi petani agar tidak lagi membakar limbah pertanian, melainkan mengolahnya menjadi pupuk organik.

Petro Gladiator yang diciptakan empat talenta muda PT Petrokimia Gresik Solusi Agroindustri, terpilih sebagai inovasi terbaik pada ajang "SDG Innovation Accelerator for Young Professionals 2026". Rencananya inovasi ini akan dipresentasikan pada UN Leader Summit di New York, Amerika Serikat, pada Agustus 2026 mendatang.

Juru bicara tim inovasi Petro Gladiator, Verona Amelia, menjelaskan perubahan pola pengelolaan limbah menjadi langkah penting untuk mengatasi penurunan kandungan karbon organik (C-organik) tanah yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

"Berdasarkan hasil uji tanah yang kami lakukan sejak 2016 hingga sekarang di berbagai wilayah Indonesia, kandungan C-organik tanah cenderung terus menurun. Karena itu, kami fokus memperbaiki kualitas tanah dengan memanfaatkan limbah pertanian menjadi nutrisi organik cair yang dikembalikan ke lahan," ujarnya di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Verona, selama ini banyak petani masih membakar sisa hasil panen. Padahal, limbah tersebut dapat difermentasi menggunakan Petro Gladiator menjadi NOC yang mampu meningkatkan kesehatan tanah.

Ia mengibaratkan pemberian nutrisi organik pada tanah seperti pemberian probiotik pada tubuh manusia. Tanah yang memiliki kandungan organik yang baik akan lebih kuat menghadapi perubahan iklim dan mampu mendukung peningkatan hasil panen.

"Kalau tanah hanya mengandalkan pupuk kimia tanpa nutrisi organik, lama-kelamaan kualitasnya menurun. Dengan pengembalian bahan organik, tanah menjadi lebih sehat sehingga produktivitas pertanian juga meningkat," kata dia.

Saat ini, program tersebut telah diterapkan melalui lahan percontohan (demplot) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan direplikasi di 11 kabupaten di Indonesia. Ke depan, tim menargetkan program ini dapat diterapkan secara nasional sehingga kualitas tanah Indonesia terus membaik.

Dalam penerapannya, satu kilogram Petro Gladiator digunakan untuk mengolah sekitar satu ton limbah pertanian. Hasil fermentasi berupa nutrisi organik cair maupun kompos kemudian diaplikasikan kembali ke lahan.

Anggota tim Petro Gladiator lainnya, Cysilla Fransiska Devi menjelaskan, perbaikan kualitas tanah berlangsung secara bertahap dan membutuhkan penerapan yang berkelanjutan. Seiring meningkatnya kualitas tanah, penyerapan pupuk menjadi lebih optimal sehingga produktivitas tanaman juga meningkat.

Selain memperbaiki kondisi tanah, inovasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Khususnya, petani kecil yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

"Kami berharap kualitas pertanian meningkat agar pendapatan petani juga naik. Sehingga, mereka bisa lebih berkelanjutan menghadapi perubahan cuaca," ujarnya.

Petrokimia Gresik juga melengkapi inovasi tersebut dengan aplikasi Agrofertil yang dapat membantu petani menentukan rekomendasi pemupukan berdasarkan kondisi lahan. Melalui aplikasi tersebut, petani memperoleh panduan pemupukan yang lebih tepat sasaran sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efisien.

Selain itu, perusahaan menyediakan pendamping lapangan dan layanan uji tanah secara gratis, guna mendukung perubahan pola budidaya yang lebih berkelanjutan.

Inovasi Petro Gladiator tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas tanah pertanian Indonesia. Sekaligus, mendukung produktivitas pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....