Mengapa Harga RAM dan SSD Melonjak Naik?

  • 10 Des 2025 09:22 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Dalam beberapa waktu terakhir, banyak pengguna komputer dan laptop dibuat terkejut karena harga RAM (Random Access Memory) dan SSD (Solid State Drive) mengalami kenaikan yang cukup tajam. Kondisi ini bukan sekadar fenomena lokal, tetapi berkaitan dengan dinamika pasar memori global yang ikut berubah. Berdasarkan data dari BaCloud.com dalam laporan Global Memory Market Outlook 2024–2026, kenaikan harga terjadi karena pasokan memori tidak sebanding dengan lonjakan permintaan dunia yang terus meningkat.

Salah satu pemicu utamanya adalah kebutuhan besar sektor kecerdasan buatan (AI). Data center dan perusahaan teknologi kini menyerap DRAM dan NAND dalam jumlah besar untuk kebutuhan server berperforma tinggi. BaCloud.com mencatat bahwa sebagian besar produksi memori dialihkan ke Enterprise Marketplace sebuah platform digital yang menghubungkan mitra, produk, dan layanan dalam satu system, sehingga stok untuk konsumen umum menjadi lebih sedikit dan harga komponen seperti RAM dan SSD otomatis naik.

Situasi ini semakin relevan dengan laporan Tom’s Hardware yang mengutip General Manager Team Group, perusahaan teknologi asal Taiwan yang memproduksi memori dan penyimpanan komputer mengenai krisis harga memori. Beilau menegaskan bahwa kenaikan harga yang baru saja dimulai dan bisa berlanjut hingga 2026. Hal ini terjadi karena produsen memori sengaja menurunkan output produksi untuk menjaga margin keuntungan, sehingga harga DRAM dan NAND melonjak drastis bahkan hingga dua kali lipat hanya dalam satu bulan

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah kapan tren kenaikan harga ini akan berakhir?. Berdasarkan proyeksi BaCloud.com, harga memori kemungkinan baru akan stabil setelah 2026, saat kapasitas produksi kembali ditingkatkan dan permintaan AI mulai melambat. Selama industri masih berada dalam masa penyesuaian, terutama terhadap teknologi baru seperti DDR5 dan NAND generasi terbaru, harga diperkirakan tetap tinggi.

Dengan berbagai faktor tersebut lonjakan permintaan AI, kebijakan produsen, hingga biaya produksi teknologi baru terhadap kenaikan harga RAM dan SSD tampaknya belum akan berhenti dalam waktu dekat. Karena itu, sebagai pengguna disarankan untuk mengevaluasi kebutuhan sebelum melakukan upgrade dan memilih waktu pembelian yang lebih strategis sambil menunggu pasar kembali stabil. (RRI/Aldi W.)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....