Sejarah Letusan Gunung Rinjani

  • 10 Des 2024 12:17 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Sejarah meletusnya Rinjani diketahui sejak tahun 1847 hingga 2009. Dalam rentang waktu tersebut, tercatat telah terjadi 11 kali letusan. Letusan umumnya menghasilkan lava dan jatuhan piroklastik.

Kaldera Rinjani sangat besar, namun proses dan kapan terbentuknya tidak diketahui dengan jelas. Namun demikian, mengingat ukurannya tersebut, diperkirakan proses pembentukannya disebabkan oleh ledakan yang sangat dahsyat.

Melansir laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada tahun 1846, Zollinger mengatakan, bahwa dalam tahun 1846 kegiatan G. Rinjani dalam stadia fumarola, selanjutnya letusan yang terjadi berlangsung di dalam Kaldera Rinjani

Selanjutnya, letusan terjadi pada awal bulan Agustus 1884, kejadian tersebut tercantum dalam Natuurkunding Tijdschrift voor Nederl. Indie, v. 45. Pada saat kejadian nampak asap dan nyala api.Kemudian, pada 1 Juni 1901 pukul 21.15 terdengar suara ledakan. Lima tahun kemudian atau pada April 1906 pukul 21.15 kembali terdengar suara ledakan. Pada 4 November 1915 tampak tiang asap.

Setelah beristirahat sekitar 29 tahun, Rinjani kembali beraktifitas pada 1944. Pada periode ini terdengar suara gemuruh yang disusul dengan hembusan asap tebal. Pada malam hari tampak sinar api dan kilat sambung-menyambung, juga disertai gempa bumi.Rinjani kembali menghentikan aktifitasnya sekitar 22 tahun, pada tahun 1966 terdengar suara dentuman, ini menyusul goncangan gempa bumi yang telah terjadi sebelumnya. Pada periode ini Rinjani mengeluarkan pasir dan kepulan asap.

Pada tahun 1994, Rinjani yang berdiam selama 28 tahun, kembali menunjukkan aktifitasnya dengan mengeluarkan ledakan sangat kuat dari dalam kaldera. Ledakan tersebut menghasilkan kepulan asap hitam di udara.

Pada Oktober 2004 Rinjani kembali mengeluarkan letusan abu. Selanjutnya, pada tahun 2009 terjadi letusan asap pada berwarna coklat pekat mencapai ketinggian 1000 meter di atas titik letusan di G. Barujari disertai suara dentuman lemah. Aliran lava mengalir dari titik letusan masuk ke dalam Danau Segara Anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....