Transformasi Perkembangan Kurikulum Pendidikan Indonesia

  • 11 Nov 2024 08:08 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Kurikulum menjadi nafas dalam sebuah sistem pendidikan di suatu negara. Merupakan landasan utama untuk menentukan tujuan pendidikan, isi materi pelajaran, metode pengajaran serta sistem evaluasi. Seiring dengan perkembangan waktu, kurikulum pun mengalami transformasi agar tetap relevan dengan tuntutan zaman dan kebutuhan peserta didik.

Melansir laman itjen.kemdikbud.go.id dalam dunia pendidikan kurikulum sangatlah penting, tanpa kurikulum yang tepat peserta didik tidak akan memperoleh pembelajaran yang sesuai. Dengan waktu yang terus berjalan, kurikulum pun mengalami perubahan, yang tentunya juga menyesuaikan kebutuhan pelajar di setiap masanya.

Berikut beberapa fase penting dari transformasi perkembangan kurikulum pendidikan Indonesia :

Kurikulum Rentjana Pelajaran 1947

Kurikulum pertama setelah kemerdekaan Indonesia. Resmi diterapkan tahun 1950, sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang. Kurikulum ini mengutamakan pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat.

Kurikulum Rentjana Pelajaran Terurai 1952

Merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Rentjana Pelajaran 1947. Dengan menggunakan konsep tematik, silabus mata pelajaran menunjukkan seorang guru hanya mengejar satu mata pelajaran.

Kurikulum Rentjana Pendidikan 1964

Pembelajaran dengan konsep aktif, kreatif dan produktif. Pada masa kurikulum ini hari Sabtu menjadi hari krida untuk para siswa melatih minat dan bakat. Programnya berpusat pada Pancawardhana, ialah pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keterampilan dan jasmani.

Kurikulum 1968

Kurikulum dengan materi pelajaran bersifat teoritis dan politis. Bertujuan untuk mempertinggi mental, moral, budi pekerti dan keyakinan beragama. Dengan mengusung konsep correlated subject curriculum yang berarti materi pada jenjang pendidikan rendah berkolerasi untuk jenjang pendidikan selanjutnya.

Kurikulum 1975

Dengan menggunakan metode perincian, materi dan tujuan pelajaran dalam prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Ilmu alam dan hayat dirubah menjadi ilmu pengetahuan alam, ilmu aljabar dan ukur menjadi matematika.

Kurikulum 1984

Mengedepankan keaktifan siswa melalui pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Penambahan bidang studi Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) dan pembagian program inti dan pilihan sesuai minat dan bakat bagi siswa SMA.

Kurikulum 1994

Adanya perubahan sistem pembagian waktu pelajaran dari semester menjadi caturwulan. SMP digantikan menjadi SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama), SMA diganti menjadi SMU (Sekolah Menengah Umum). Penjurusan pada jenjang SMA juga dibagi menjadi tiga program yaitu IPA, IPS dan Bahasa.

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Diberlakukan sejak tahun 2004, yang difokuskan pada kompetensi siswa secara individual maupun klasikal, hasil belajar dan keberagaman. Pada saat kurikulum ini diterapkan SLTP kembali diubah menjadi SMP, SMU kembali menjadi SMA.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum ini berlaku sejak tahun 2006/2007. Para guru mengembangkan sendiri silabus dan penilaian sesuai kondisi sekolah dan daerahnya.

Kurikulum 2013 (K13)

Difokuskan pada pendidikan karakter. Dengan 3 aspek penilaian yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku. Ada beberapa materi yang dirampingkan seperti, Bahasa Indonesia, IPS, PPKN dan materi matematika sebagai tambahan.

Kurikulum Merdeka

Kurikulum yang diluncurkan pada Februari 2022, inti dari kurikulum ini ialah merdeka belajar. Berbasis pembelajaran intrakurikuler yang beragam agar siswa lebih mendalami minat juga bakatnya. Pendidik lebih leluasa dalam menciptakan pembelajaran berkualitas sesuai kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Penerapan di seluruh PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus dan Kesetaraan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....