Presiden Korea Selatan Janji Redakan Ketegangan dengan Korea Utara
- 01 Okt 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Korea Selatan menyatakan pemerintahannya akan terus mencari langkah praktis dan konsisten untuk mengurangi ketegangan militer dengan Korea Utara.
- Dua ranjau darat meledak pada 21 September dan melukai tiga tentara Korea Selatan. Seoul menuduh Pyongyang bertanggung jawab, sementara Korea Utara membantah dan menuduh Seoul memalsukan hasil penyelidikan.
- Korea Utara memperingatkan akan melakukan pembalasan “segera dan tanpa ampun” jika pasukannya ditembaki. Lee mengatakan persoalan hubungan antar-Korea kompleks dan perlu diselesaikan secara bertahap serta sabar.
RRI.CO.ID, Seoul — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berjanji akan terus mencari langkah-langkah praktis untuk mengurangi ketegangan militer dengan Korea Utara. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perselisihan mengenai ledakan ranjau darat di sepanjang perbatasan kedua negara.
Melansir dari Yonhap, Kamis, 1 Oktober 2026, Lee menyampaikan pernyataan tersebut dalam upacara memperingati Hari Angkatan Bersenjata Korea Selatan ke-78. Upacara berlangsung di markas militer Gyeryongdae, Provinsi Chungcheong Selatan.
Pernyataan Lee disampaikan setelah dua ranjau darat meledak pada 21 September di Zona Demiliterisasi atau DMZ. Ledakan tersebut menyebabkan tiga tentara Korea Selatan terluka.
Korea Selatan menuduh Korea Utara bertanggung jawab atas ledakan tersebut dan menuntut permintaan maaf. Namun, Pyongyang membantah tuduhan tersebut dan menuduh Seoul memalsukan hasil penyelidikan.
Korea Utara juga memperingatkan akan melakukan pembalasan yang “segera dan tanpa ampun” jika pasukannya ditembaki. Pernyataan tersebut menambah ketegangan di tengah hubungan kedua negara yang masih diwarnai perselisihan militer.
Meski demikian, Lee menegaskan pemerintahannya akan tetap berupaya mengurangi ketegangan militer antara Korea Selatan dan Korea Utara. Menurutnya, langkah tersebut akan dilakukan secara konsisten melalui berbagai cara yang praktis.
“Pemerintahan saya akan secara konsisten menempuh langkah-langkah praktis untuk mengurangi ketegangan militer antara kedua Korea,” kata Lee. Ia mengakui hubungan antar-Korea sangat kompleks, namun pemerintahannya akan terus berupaya menyelesaikannya secara bertahap.
“Persoalan dalam hubungan antar-Korea sangat kompleks, tetapi kami akan terus berupaya secara bertahap dan sabar untuk menyelesaikannya satu per satu,” ujar Lee.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....