Komando PBB Temukan Pelanggaran Gencatan Senjata di Korea
- 01 Okt 2026 14:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- UNC menyatakan keberadaan ranjau antipersonel aktif milik Korea Utara di sisi Korea Selatan dari MDL merupakan pelanggaran Perjanjian Gencatan Senjata.
- Temuan tersebut berkaitan dengan dua ledakan pada 21 September yang melukai tiga personel militer Korea Selatan. Ranjau Korea Utara diduga menjadi penyebab ledakan.
- Letnan Jenderal Kang Hyun-woo meminta Korea Utara menghentikan aktivitas yang meningkatkan ketegangan, termasuk pembangunan pertahanan perbatasan, serta meminta maaf dan mengambil langkah bertanggung jawab.
RRI.CO.ID, Seoul — Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNC) yang dipimpin Amerika Serikat menyatakan telah terjadi pelanggaran Perjanjian Gencatan Senjata di Semenanjung Korea. Temuan tersebut muncul setelah penyelidik menemukan ranjau antipersonel aktif milik Korea Utara di sisi Korea Selatan dari Garis Demarkasi Militer (MDL).
Melansir dari The Korea Herald, Kamis, 1 Oktober 2026, penemuan itu menjadi bagian dari penyelidikan yang dilakukan di wilayah perbatasan antar-Korea. UNC menyatakan ranjau tersebut ditemukan selama penyelidikan di wilayah perbatasan antar-Korea.
Berdasarkan hasil penyelidikan, keberadaan ranjau tersebut dinyatakan sebagai pelanggaran Perjanjian Gencatan Senjata. Namun, UNC tidak secara eksplisit menyebut pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut.
Komando itu juga tidak menjelaskan secara rinci bagaimana keberadaan ranjau tersebut melanggar perjanjian atau ketentuan mana yang dilanggar. Temuan tersebut berkaitan dengan dua ledakan yang terjadi pada 21 September di dalam Zona Demiliterisasi atau DMZ.
Ledakan tersebut melukai tiga personel militer Korea Selatan yang sedang melakukan operasi di sebelah selatan MDL. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan sebelumnya mengatakan ranjau darat Korea Utara kemungkinan menyebabkan ledakan.
Penilaian tersebut didasarkan pada kawah ledakan, pola api, serta tingkat cedera yang dialami para prajurit. Penyelidikan dilakukan bersama oleh Korea Selatan dan Komisi Gencatan Senjata Militer UNC.
Ranjau antipersonel tambahan milik Korea Utara ditemukan di dekat lokasi ledakan saat personel Korea Selatan dan UNC memeriksa lapangan. Setelah pernyataan UNC, Letnan Jenderal Kang Hyun-woo menyerukan Korea Utara menghentikan aktivitas yang meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.
Ia juga meminta Pyongyang menghentikan pekerjaan yang disebutnya sebagai pembangunan pertahanan perbatasan. Kang menyerukan Korea Utara menyampaikan permintaan maaf dan mengambil langkah yang bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....