Presiden Prabowo Ungkap Korea Selatan Minta Indonesia Buka Dialog dengan Korut

  • 31 Jul 2026 21:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo mengatakan Indonesia diterima banyak negara karena sikap Indonesia yang netral
  • Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung meminta Indonesia menjadi penghubung dengan Korea Utara untuk membuka dialog.
  • Presiden Prabowo menyatakan kesiapannya untuk berkunjung ke Korea Utara jika diminta oleh pihak Korea Selatan.

RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengatakan Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung pernah meminta agar Indonesia menjadi penghubung dengan Korea Utara. Permintaan Lee disampaikan saat lawatan kenegaraan Presiden Prabowo ke negeri ginseng tersebut beberapa waktu lalu.

“Presiden minta kepada saya, ‘Bisa tidak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog?’. Saya bilang, ‘Saya dengan hormat, dengan rela, kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat,” kata Presiden Prabowo saat memberikan arahan dihadapan pengusaha di Istana Negara, Jumat, 31 Juli 2026.

Permintaan tersebut karena Indonesia dinilai tidak memiliki kepentingan apapun. Sikap politik Indonesia bebas aktif, kata Presiden Prabowo, membuat Indonesia mudah diterima di negara manapun.

Presiden Prabowo bersyukur karena pendiri bangsa mewarisi politik luar negeri yakni non-blok. Sikap Indonesia tidak memihak atau mendukung blok atau kekuatan besar tertentu.

“Kita bersyukur bahwa negara kita memiliki suatu warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita. Warisan itu adalah politik luar negeri yang nonblok, non-aligned, yaitu kita tidak ingin bergabung dengan blok atau pakta militer apa pun,” kata Presiden Prabowo menegaskan.

Kawasan ASEAN yang dianggap zona perang, ternyata tidak luput dari perang. Oleh sebab itu, usai dilantik menjadi Presiden RI, Prabowo meneguhkan sikap luar negeri Indonesia yakni menjadi tetangga yang baik.

Presiden Prabowo mencontohkan, Myanmar bergejolak, terjadi perang bersaudara dengan belasan atau puluhan milisi bersenjata yang didukung oleh negara-negara lain. Thailand dan negara tetangga Kamboja, juga terlibat pertempuran.

“Bahwa politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin menjadi tetangga yang baik, ‘the good neighborhood, our policy is the policy we want to be a good neighbors’ . (Tetangga yang baik, kebijakan kami adalah kebijakan di mana kami ingin menjadi tetangga yang baik),” ujarnya.

Presiden Prabowo mengatakan Pemerintah Indonesia terus mendorong upaya perdamaian dan meredakan ketegangan. Upaya tersebut tidak hanya di kawasan Asia Tenggara namun dibelahan dunia lainnya.

“Saya berusaha ingin memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kita, saya berusaha untuk rekonsiliasi. Saya berusaha untuk memberi pendekatan, kita di Asia Tenggara ini banyak yang masih bekas jajahan,” katanya menegaskan.

Indonesia adalah negara besar sehingga harus lebih arif dan tidak mudah terprovokasi. Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan Amerika Serikat tetapi juga tetap menghormati negara sahabat Tiongkok.

Indonesia memiliki hubungan yang bagus dengan Rusia, Australia, Jepang, India termasuk Papua Nugini. Indonesia dianggap sebagai negara yang tidak pernah mencampuri urusan negara lain.

“Indonesia dianggap tidak punya kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun. Itu yang kita pegang teguh dan di Myanmar pun kita pegang teguh itu, kita bisa diterima oleh hampir semua pihak,” katanya menegaskan.

Sementara itu, pengusaha memuji kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai visioner. Selain itu, kepimpinan Presiden Prabowo memiliki arah strategis yang didukung keberanian mengambil terobosan dan kecepatan dalam mengeksekusi kebijakan.

“Saya kira ini hari yang Bapak uraikan dan juga beberapa kali yang Bapak uraikan sesungguhnya memberikan kita kesan ya. Kepemimpinan yang sangat visionary, sangat strategis, sangat jelas. Dari sisi defensif maupun ofensif,” ujar James,” kata Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, James Riady usai berdialog dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jumat, 31 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....