Iran Terima Tanggapan AS soal Rencana Pemulihan Selat Hormuz

  • 01 Okt 2026 13:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menlu Iran Abbas Araghchi menerima tanggapan AS melalui mediator Qatar terkait rencana tujuh hari untuk membangun kepercayaan antara Washington dan Teheran.
  • Iran mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pemulihan pelayaran maritim normal jika kondisi yang diperlukan terpenuhi.
  • Dokumen rencana tujuh hari bertujuan mengembalikan Iran dan AS pada versi yang lebih kuat dari nota kesepahaman Juni, termasuk langkah-langkah konkret terkait program nuklir Iran serta ketentuan mengenai Selat Hormuz.

RRI.CO.ID, Teheran — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menerima tanggapan Amerika Serikat melalui mediator Qatar di Doha, Selasa, 29 September 2026. Tanggapan tersebut berkaitan dengan rencana tujuh hari untuk membangun kepercayaan antara Washington dan Teheran, dilansir dari Reuters.

Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat yang mendapat pengarahan mengenai pembicaraan tersebut kepada Reuters. Menurut pejabat tersebut, urutan pelaksanaan langkah-langkah menjadi kendala utama dalam pembicaraan.

Araghchi diperkirakan membahas tanggapan AS tersebut di Teheran pada Rabu, 30 September 2026. Iran sebelumnya mengajukan proposal tujuh hari pada pekan lalu yang bertujuan membangun kembali kepercayaan antara Iran dan Amerika Serikat.

Araghchi mengatakan Selat Hormuz dapat dibuka kembali dan pelayaran maritim normal dapat dipulihkan jika kondisi yang diperlukan terpenuhi. Presiden AS Donald Trump kemudian menolak proposal yang diajukan Iran.

Penolakan tersebut mendorong Qatar untuk melanjutkan upaya mediasi antara kedua negara. Mediator Qatar menyampaikan tanggapan Washington kepada Araghchi yang dituangkan dalam sebuah dokumen yang menguraikan periode tujuh hari untuk membangun kepercayaan.

Dokumen tersebut bertujuan mengembalikan Iran dan AS pada versi yang lebih kuat dari nota kesepahaman yang disepakati pada Juni. Rencana baru itu mencakup sejumlah langkah konkret terkait program nuklir Iran.

Namun, pejabat tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai langkah-langkah konkret yang tercantum dalam dokumen. Ia mengatakan perbedaan utama kedua pihak terletak pada urutan pelaksanaan langkah-langkah dalam rencana, bukan pada komponen utamanya.

Qatar terus berperan sebagai perantara antara Washington dan Teheran dengan menyampaikan pesan di antara kedua pihak. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengakhiri konflik dan mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz.

Nota kesepahaman yang dicapai pada Juni sebelumnya menghasilkan gencatan senjata singkat. Kesepakatan tersebut juga mencakup ketentuan mengenai Selat Hormuz serta program nuklir Iran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....