Sekjen PBB dan Presiden Iran Bahas Pembukaan Selat Hormuz

  • 30 Sep 2026 14:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Guterres dan Pezeshkian membahas upaya diplomasi untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah melalui dialog dan perundingan dengan tetap menghormati hukum internasional.
  • Iran mengajukan proposal tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan proposal tersebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat melalui Qatar.
  • Konflik berdampak pada aktivitas pelayaran dan pasokan energi melalui Selat Hormuz. Setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari, Iran merespons dengan serangan rudal dan drone serta secara efektif menutup jalur strategis tersebut.

RRI.CO.ID, New York — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat, 25 September 2026. Pertemuan tersebut membahas upaya diplomasi untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Melansir dari Anadolu, Guterres menekankan pentingnya mengakhiri perang melalui dialog dan perundingan. Ia menyerukan penyelesaian konflik dengan menghormati hukum internasional.

Guterres juga menyoroti pentingnya menghormati hak dan kebebasan navigasi internasional di dalam dan sekitar Selat Hormuz. PBB menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh upaya diplomasi.

Pertemuan berlangsung ketika Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz. Iran mengusulkan rencana selama tujuh hari sebagai bagian dari upaya tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan proposal tersebut telah disampaikan kepada Washington melalui Qatar. Araghchi mengatakan Selat Hormuz dapat dibuka dalam waktu tujuh hari jika persyaratan yang diperlukan terpenuhi.

Guterres menekankan bahwa dialog dan perundingan diperlukan untuk menyelesaikan konflik. PBB juga menegaskan pentingnya menjaga kebebasan navigasi sesuai hukum internasional.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Pemerintah Iran mengatakan serangan tersebut menyebabkan ribuan orang tewas.

Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan tersebut. Konflik tersebut berdampak terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Iran secara efektif menutup Selat Hormuz setelah serangan tersebut. Penutupan selat berdampak pada jalur strategis pengiriman pasokan energi dan perdagangan internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....