Tiongkok Serukan AS dan Iran Kembali ke MoU Islamabad, Lanjutkan Dialog
- 30 Sep 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tiongkok meminta AS dan Iran kembali ke kerangka MoU Islamabad serta segera melanjutkan dialog dan perundingan melalui jalur politik dan diplomatik.
- Beijing menyatakan terus mendorong perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, termasuk melalui berbagai inisiatif dan usulan Presiden Xi Jinping.
- MoU Islamabad 18 Juni menjadi bagian dari upaya mengakhiri konflik, dengan pembahasan mencakup pelayaran di Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
RRI.CO.ID, Beijing — Tiongkok meminta Amerika Serikat dan Iran kembali pada kerangka nota kesepahaman (MoU) Islamabad serta segera melanjutkan dialog dan perundingan. Seruan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Rabu, 30 September 2026, dilansir dari Anadolu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun mengatakan Beijing kembali menegaskan dukungannya terhadap penyelesaian perselisihan melalui jalur politik dan diplomatik. Tiongkok berharap Iran dan AS memilih perdamaian serta kembali berkomitmen pada MoU Islamabad.
Guo mengatakan Tiongkok telah secara aktif berupaya mendorong penghentian pertempuran dan pembicaraan perdamaian sejak hari pertama konflik. Beijing juga akan mempertahankan berbagai inisiatif dan usulan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Tiongkok menyatakan akan terus berupaya memulihkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah serta kawasan Teluk dalam waktu dekat. Beijing juga menilai dialog dan perundingan menjadi bagian penting dalam upaya mengakhiri konflik.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone di berbagai wilayah.
Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis bagi pasokan energi. Pentagon kemudian memberlakukan blokade militernya sendiri terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Upaya untuk mengakhiri konflik terus berlangsung sejak MoU Islamabad pada 18 Juni. Kesepakatan tersebut bertujuan mencapai perdamaian final terkait pelayaran di jalur perairan strategis tersebut serta program nuklir Iran.
Tiongkok berharap kerangka MoU Islamabad dapat kembali digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan dialog antara AS dan Iran. Beijing menyatakan akan terus mendukung upaya diplomatik untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah dan Teluk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....