Iran Tawarkan Buka Kembali Selat Hormuz dalam Tujuh Hari

  • 22 Sep 2026 17:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menawarkan membuka kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari jika AS mengambil langkah awal untuk mengurangi tekanan militer dan menghentikan operasi terkait jalur perairan tersebut.
  • Tawaran tersebut disampaikan melalui mediator sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali perundingan Iran-AS. Teheran meminta Washington menunjukkan keseriusan dan komitmen untuk mencapai kesepakatan.
  • Kedua negara masih terlibat aksi saling serang setelah nota kesepahaman pada Juni gagal di tengah perselisihan yang belum terselesaikan.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran menawarkan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika Amerika Serikat mengambil langkah awal untuk mengurangi tekanan militer. Tawaran tersebut disampaikan seorang pejabat senior pemerintah Iran kepada Kyodo News, Selasa 22 September 2026.

Tawaran tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya Teheran menghidupkan kembali perundingan dengan Washington. Proposal Iran telah disampaikan kepada Washington melalui para mediator, dilansir dari Kyodo News.

Proposal tersebut menyerukan dimulainya kembali perundingan antara Iran dan AS yang bertujuan mencapai penghentian permanen permusuhan antara kedua negara. Teheran berencana memanfaatkan Sidang Umum PBB di New York pekan ini untuk berkonsultasi dengan negara-negara mediator.

Pejabat Iran menutup kemungkinan pertemuan antara Presiden Masoud Pezeshkian dan Presiden Donald Trump di sela-sela Sidang Umum PBB. Namun, ia mengatakan kemajuan menuju kesepakatan masih memungkinkan.

Pejabat tersebut menyatakan Washington harus menunjukkan keseriusan dan komitmen agar diplomasi dapat berkembang. Iran sedang mencari tanda-tanda bahwa Washington siap kembali ke meja perundingan.

Teheran juga meminta langkah untuk mengakhiri blokade militer AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Selain itu, Teheran juga meminta Washington menghentikan operasi militer yang berkaitan dengan Selat Hormuz.

Jika langkah tersebut dilakukan, Iran siap membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Iran juga menyatakan kesiapan untuk kembali ke meja perundingan.

Inisiatif terbaru tersebut telah disetujui Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Mohsen Rezaei sebelumnya mengatakan Teheran telah menyampaikan tujuh persyaratan kepada Washington.

Persyaratan tersebut mencakup penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran dan pencairan aset Iran yang dibekukan. Perkembangan tersebut muncul menjelang berakhirnya tenggat waktu yang ditetapkan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Pada 16 Agustus, dewan memutuskan Iran tetap memiliki opsi menyerang pasukan AS jika blokade pelabuhan tidak dicabut dalam 45 hari. Perang tersebut dimulai pada akhir Februari setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Nota kesepahaman AS-Iran yang dicapai pada Juni kemudian gagal di tengah kembali pecahnya permusuhan dan perselisihan yang belum terselesaikan. Kedua pihak sejak itu terlibat dalam aksi saling serang secara berkala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....