Zelenskyy-Trump Sepakat Bertemu di New York, Bahas Perdamaian Ukraina
- 22 Sep 2026 13:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dan Presiden AS, Donald Trump, di New York untuk membahas upaya penyelesaian perang Ukraina-Rusia yang telah berlangsung sekitar 4,5 tahun.
RRI.CO.ID, New York — Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyepakati untuk bertemu Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di New York. Kegiatan itu akan berlangsung di sela-sela Sidang Umum PBB yang dinilai dapat membawa perubahan terkait penyelesaian perang Ukraina-Rusia.
Perang antara dua negara bertetangga itu telah berlangsung sekitar 4,5 tahun. Menurut Zelenskyy, saat ini merupakan momentum diplomatik yang tepat untuk mendorong penyelesaian konflik.
“Kami sepakat untuk bertemu di New York,” ujarnya melalui platform X, dikutip dari Reuters, Selasa, 22 September 2026. “Pertemuan ini dapat mengubah banyak hal terkait konflik berkepanjangan ini.”
Kedua pemimpin dijadwalkan berada di New York pada pekan depan untuk menghadiri agenda Sidang Umum PBB. Zelenskyy mengatakan pertemuan tersebut dapat membuka peluang bagi langkah-langkah baru dalam proses perdamaian.
Zelenskyy juga mengapreasiasi kunjungan utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Kyiv beberapa waktu lalu. Menurut dia, proses perdamaian menjadi prioritas utama bagi negaranya.
Presiden Ukraina itu mengungkapkan terdapat sejumlah gagasan untuk mengurangi ketegangan atau melakukan deeskalasi. Pembahasan juga mencakup persoalan keamanan mendasar, termasuk keamanan energi dan pangan, serta perlindungan kehidupan manusia.
“Kami bekerja sama dengan tim dari Washington dan siap mengambil langkah-langkah yang benar-benar serius,” katanya. Zelenskyy juga kembali mengapresiasi Trump yang menandatangani undang-undang mengenai rancangan sanksi terhadap Rusia.
Presiden Ukraina itu menambahkan hubungan dengan AS menjadi bagian penting dalam upaya diplomatik negaranya. “Pertemuan di New York akan menjadi kesempatan untuk melanjutkan pembahasan mengenai proses perdamaian dan berbagai persoalan keamanan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....