Sekjen PBB Serukan Deeskalasi Konflik di Timur Tengah dan Ukraina

  • 17 Sep 2026 15:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekjen PBB António Guterres meminta semua pihak menghentikan tindakan yang membahayakan warga sipil dan memastikan operasi kemanusiaan berlangsung aman tanpa hambatan.
  • Guterres menyerukan pemulihan penuh hak dan kebebasan navigasi di kedua selat strategis tersebut sesuai hukum internasional.
  • Guterres menyerukan gencatan senjata segera di Ukraina serta pelaksanaan penuh rencana perdamaian Gaza. Ia juga menegaskan perdamaian Timur Tengah membutuhkan solusi dua negara.

RRI.CO.ID, New York — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menyerukan deeskalasi di Timur Tengah dan Ukraina. Seruan tersebut disampaikan dalam konferensi pers menjelang pekan tingkat tinggi Majelis Umum PBB.

Melansir dari Xinhua, Kamis, 17 September 2026, Guterres mengatakan deeskalasi harus menjadi prioritas utama di Timur Tengah. Ia meminta semua pihak menghentikan tindakan yang membahayakan warga sipil dan memastikan operasi kemanusiaan berlangsung aman serta tanpa hambatan.

Menurut Guterres, hak dan kebebasan navigasi di dalam dan sekitar Selat Hormuz serta Selat Bab el-Mandeb harus dipulihkan sepenuhnya. Guterres juga mengatakan bahwa kebebasan navigasi di perairan tersebut harus dihormati oleh seluruh pihak.

Ia menegaskan hal tersebut harus dilakukan sesuai dengan hukum internasional. Guterres mengatakan deeskalasi, diplomasi, dan dialog merupakan jalan untuk mengatasi konflik.

Guterres juga menyatakan akan terus menyampaikan pesan tersebut dalam komunikasi dengan para pemimpin dunia. Mengenai Ukraina, Guterres menyerukan gencatan senjata segera sebagai langkah awal menuju perdamaian yang adil, langgeng, dan menyeluruh.

Menurutnya, penyelesaian konflik harus sesuai dengan Piagam PBB, hukum internasional, serta resolusi PBB yang relevan. Guterres mencatat konflik Ukraina telah memasuki tahun kelima dan menimbulkan penderitaan besar bagi warga sipil.

Konflik tersebut juga menyebabkan dampak global yang terus meluas, sementara hingga kini belum terlihat tanda-tanda berakhirnya perang. Terkait Gaza, Guterres mengatakan rencana perdamaian harus dilaksanakan sepenuhnya dengan memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan tanpa pembatasan.

Ia juga menyerukan penghentian aneksasi yang berlangsung secara bertahap di Tepi Barat. Guterres menegaskan perdamaian di Timur Tengah tidak akan tercapai tanpa mewujudkan solusi dua negara.

Menurutnya, penyelesaian politik tersebut menjadi bagian penting dari upaya mencapai perdamaian yang berkelanjutan di kawasan. Guterres menekankan pentingnya penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, serta penyelesaian konflik melalui diplomasi dan dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....