Zelenskyy: Ukraina Siap Redakan Ketegangan jika Rusia Hentikan Serangan

  • 16 Sep 2026 15:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Zelenskyy menyatakan Ukraina siap melakukan deeskalasi jika Rusia menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi.
  • Presiden Trump mengumumkan kesepakatan antara Rusia dan Ukraina untuk menghentikan serangan terhadap target energi masing-masing pihak.
  • Pernyataan ini menunjukkan adanya perkembangan positif dalam diplomasi untuk mengurangi intensitas konflik bersenjata.

RRI.CO.ID, Kyiv — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina siap mengambil langkah deeskalasi jika Rusia menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi. Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Rusia dan Ukraina sepakat menghentikan serangan terhadap target energi.

“Ukraina telah sepakat untuk tidak menyerang target energi Rusia. Rusia juga telah sepakat melakukan hal yang sama!” tulis Trump dalam satu unggahannya di media sosial, Senin, 14 September 2026.

Trump sebelumnya mengatakan Ukraina telah sepakat tidak menyerang fasilitas energi Rusia dan Moskow juga akan melakukan hal yang sama. Namun, Rusia belum memberikan komentar segera terkait pengumuman tersebut, dilansir dari France24, Rabu, 16 September 2026.

Zelenskyy menyebut proposal Amerika Serikat mengenai penghentian bersama serangan terhadap infrastruktur penting sebagai langkah yang kuat. Menurutnya, penghentian serangan dapat menjadi langkah pertama menuju deeskalasi perang.

Zelenskyy mengatakan Ukraina siap mendukung deeskalasi jika Rusia menghentikan serangan terhadap infrastruktur penting Ukraina. Ia juga menyebut Rusia mulai merasakan tekanan akibat serangan Ukraina terhadap ekonomi perang Rusia.

Namun, Zelenskyy mengatakan sejauh ini belum terlihat keinginan nyata dari Rusia untuk mengakhiri perang. Ia menegaskan Ukraina akan mengambil langkah deeskalasi jika Rusia menunjukkan kesiapan nyata menghentikan perang secara tulus dalam jangka panjang.

Sementara itu, serangan Rusia terhadap jaringan kereta api Ukraina dilaporkan semakin intensif. CEO operator perkeretaapian negara Ukraina, Oleksandr Pertsovsky, mengatakan kondisi tersebut memburuk setiap pekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....