Kremlin Sambut Gagasan Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

  • 16 Sep 2026 13:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kremlin menyambut proposal moratorium serangan infrastruktur energi antara Rusia dan Ukraina yang diajukan Amerika Serikat.
  • Rusia mengajukan syarat tambahan berupa perlindungan ekspor melalui jalur laut dan pencabutan sanksi yang dianggapnya ilegal.
  • Presiden Trump mengumumkan Rusia dan Ukraina telah sepakat menghentikan serangan fasilitas energi, namun belum dikonfirmasi oleh kedua belah pihak.

RRI.CO.ID, Moskow — Kremlin menyambut proposal Amerika Serikat mengenai moratorium serangan Rusia dan Ukraina terhadap infrastruktur energi masing-masing. Namun, Rusia menyatakan kesepakatan tersebut perlu mencakup perlindungan terhadap ekspor melalui jalur laut serta pencabutan sanksi yang disebutnya sebagai “ilegal”.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi kedua pihak. Namun, baik Moskow maupun Kyiv belum mengonfirmasi adanya kesepakatan tersebut, dilansir dari Reuters, Rabu, 16 September 2026.

Pada Selasa, 15 September 2026, Rusia dilaporkan menyerang sejumlah stasiun pengisian bahan bakar di Kyiv. Pada saat yang sama, Ukraina mengatakan telah menyerang sebuah kilang minyak Rusia.

Ukraina selama ini rutin menghadapi serangan Rusia terhadap infrastruktur energinya. Serangan terhadap fasilitas energi menjadi bagian dari eskalasi perang yang telah berlangsung antara kedua negara.

Trump pada Minggu, 13 September 2026 mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur diesel Rusia. Trump mengatakan serangan tersebut menyebabkan kelangkaan diesel yang berdampak terhadap pasar global.

Kremlin sebelumnya menyatakan gejolak di pasar global terutama dipengaruhi konflik di kawasan Teluk. Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Februari, yang kemudian direspons Teheran dengan sebagian besar menutup Selat Hormuz.

Selain infrastruktur energi, Rusia dan Ukraina juga saling menyerang kapal-kapal kargo di Laut Hitam dan Laut Azov. Kedua wilayah tersebut merupakan jalur penting bagi perdagangan kedua negara.

Rusia dan Ukraina juga merupakan eksportir utama sejumlah komoditas pangan. Eskalasi serangan terhadap kapal kargo mengganggu aktivitas perdagangan dan turut mendorong kenaikan harga biji-bijian di pasar global.

Kremlin kini mengaitkan gagasan moratorium serangan terhadap infrastruktur energi dengan perlindungan ekspor melalui jalur laut dan pencabutan sanksi terhadap Rusia. Proposal tersebut muncul di tengah upaya meredakan dampak perang terhadap infrastruktur energi, perdagangan, dan pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....