Presiden Palestina Akan Hadir pada Sidang Umum PBB melalui Video

  • 18 Sep 2026 13:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sidang Umum PBB pada 17 September 2026 mengesahkan resolusi yang mendukung partisipasi penuh Palestina dalam sidang ke-81.
  • 152 negara memberikan suara mendukung resolusi yang mendesak Amerika Serikat untuk membatalkan larangan delegasi Palestina hadir secara langsung.
  • Palestina menyatakan keputusan Amerika Serikat merupakan pelanggaran jelas terhadap Perjanjian Markas Besar PBB yang mengatur hak partisipasi negara anggota.

RRI.CO.ID, New York — Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis, 17 September 2026 mendukung resolusi terkait partisipasi Palestina dalam sidang ke-81. Resolusi tersebut menyerukan Amerika Serikat segera membatalkan keputusan yang mencegah delegasi Palestina menghadiri sidang secara langsung.

Dilansir dari Anadolu, Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan 152 negara memberikan suara mendukung resolusi tersebut. Palestina menyebut keputusan Amerika Serikat sebagai pelanggaran jelas terhadap Perjanjian Markas Besar PBB.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan Presiden Mahmoud Abbas tetap akan menyampaikan pidatonya dalam Sidang Umum PBB. Abbas dijadwalkan menyampaikan pidato melalui video pada tanggal dan waktu yang telah ditetapkan.

Kementerian tersebut mengapresiasi negara-negara yang mensponsori dan mendukung resolusi. Palestina menilai hasil pemungutan suara menunjukkan penolakan terhadap upaya membatasi partisipasinya dalam Sidang Umum PBB.

Sebelumnya pada Kamis, Washington memperpanjang pembatasan visa terhadap sejumlah pejabat Palestina. Pembatasan tersebut mencakup pejabat Otoritas Palestina dan anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Kebijakan tersebut mencegah Abbas dan sejumlah pejabat senior Palestina menghadiri pertemuan tingkat tinggi di New York secara langsung. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan pembatasan tersebut berkaitan dengan kegagalan kepemimpinan Palestina memenuhi sejumlah komitmen.

Menurut AS, kepemimpinan Palestina juga melakukan tindakan yang dinilai dapat melemahkan prospek perdamaian. Otoritas Palestina menolak alasan yang disampaikan Amerika Serikat tersebut dan menyebutnya “tidak beralasan”.

Perbedaan pandangan tersebut berlangsung menjelang Debat Umum tingkat tinggi Sidang Umum PBB. Sidang ke-81 Majelis Umum PBB telah dibuka pada 8 September, sementara Debat Umum tingkat tinggi dijadwalkan dimulai pada 22 September.

Meskipun tidak dapat menghadiri pertemuan secara langsung, Abbas tetap dijadwalkan menyampaikan pandangan Palestina melalui sambungan video. Persoalan partisipasi Palestina menjadi salah satu isu yang muncul menjelang dimulainya agenda tingkat tinggi Sidang Umum PBB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....