Sekjen PBB Serukan Kerja Sama Global untuk Keamanan AI

  • 17 Sep 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekjen PBB António Guterres menyerukan koordinasi internasional untuk menghadapi risiko AI dan mencegah perlombaan menurunkan standar keselamatan.
  • Guterres menilai pemerintah perlu melindungi masyarakat, sementara AI harus dikembangkan secara aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Guterres akan membahas isu AI bersama para pemimpin dunia, termasuk upaya mendorong pengembangan teknologi yang aman dan bertanggung jawab.

RRI.CO.ID, New York — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan kerja sama global untuk menghadapi berbagai ancaman dari kecerdasan buatan (AI). Guterres memperingatkan dunia tidak boleh terjebak dalam perlombaan menurunkan standar keselamatan AI, dilansir dari Associated Press, Kamis, 17 September 2026.

Guterres mengatakan perkembangan AI saat ini melaju lebih cepat dibandingkan pemahaman manusia mengenai berbagai risikonya. Menurutnya, kekhawatiran yang disampaikan para pihak di garis depan pengembangan teknologi tersebut tidak dapat diabaikan.

Ia mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab utama untuk melindungi masyarakat dari ancaman AI. Namun, menurut Guterres, tindakan di tingkat nasional harus disertai dengan koordinasi global.

“Kita membutuhkan batasan untuk membangun kepercayaan, sekaligus memastikan AI aman, transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan menempatkan martabat manusia sebagai pusatnya,” kata Guterres.

Pernyataan tersebut merujuk pada proposal CEO Anthropic Dario Amodei untuk mengoordinasikan perlambatan pengembangan AI oleh perusahaan teknologi besar dan pemerintah. CEO OpenAI Sam Altman, Elon Musk, dan sejumlah pemimpin industri lainnya juga baru-baru ini menyerukan perlunya memperlambat pengembangan teknologi tersebut.

Namun, CEO Meta Mark Zuckerberg mengambil jarak dari gagasan perlambatan tersebut. Ia mengatakan setiap perusahaan AI harus memastikan teknologi yang dikembangkan tetap aman.

Upaya membangun kerja sama global mengenai AI menghadapi sejumlah hambatan. Persaingan domestik dan global serta dorongan untuk memperoleh keuntungan menjadi tantangan dalam membangun kesepakatan bersama.

Di sisi lain, Guterres menyoroti potensi besar AI untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan pendidikan serta memperkuat sistem kesehatan. Namun, ia juga memperingatkan ancaman “eksistensial” dari AI yang berkembang tanpa kendali.

Isu AI akan menjadi topik dalam pembicaraan Guterres dengan para pemimpin dunia pada sidang Majelis Umum PBB pekan depan. PBB terus mengeksplorasi berbagai gagasan untuk mendorong pengembangan AI yang aman, terlindungi, dan bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....