Survei PBB: Risiko Perang Besar Meningkat Tajam
- 16 Sep 2026 16:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perang berskala besar dinilai sebagai risiko global yang segera terjadi menurut Global Risk Report 2026 yang dirilis PBB pada 15 September 2026.
- Perang berskala besar naik 16 peringkat dalam penilaian tingkat kemungkinan terjadinya dalam waktu dekat, merupakan kenaikan terbesar di antara seluruh risiko yang dinilai dalam survei.
- Peningkatan signifikan dalam penilaian risiko perang menunjukkan semakin tingginya ketegangan geopolitik global dan kekhawatiran komunitas internasional terhadap eskalasi konflik.
RRI.CO.ID, New York — Perang berskala besar semakin dipandang sebagai risiko global yang segera terjadi. Hal itu terungkap dalam Global Risk Report 2026 yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa, 15 September 2026.
Dalam laporan tersebut, perang berskala besar naik 16 peringkat dalam penilaian tingkat kemungkinan terjadinya dalam waktu dekat. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar di antara seluruh risiko yang dinilai dalam survei, dilansir dari UN News.
Sebanyak 36 persen responden memperkirakan perang berskala besar dapat terjadi dalam satu tahun. Sementara itu, 76 persen responden memperkirakan risiko tersebut dapat terjadi dalam tujuh tahun.
Laporan tersebut berdasarkan survei terhadap 1.300 pemangku kepentingan dari pemerintahan, dunia usaha, masyarakat sipil, dan sistem PBB. Responden berasal dari berbagai kawasan di dunia dan diminta menilai 28 risiko global.
Risiko tersebut dikelompokkan ke dalam lima kategori, yaitu politik, teknologi, ekonomi, lingkungan, dan sosial. Para responden menilai kemungkinan terjadinya setiap risiko, tingkat keparahan dampaknya, serta seberapa cepat risiko tersebut dapat terwujud.
Survei juga mengukur kesiapan lembaga multilateral dalam menghadapi setiap risiko. Selain itu, responden menilai faktor yang dapat membantu maupun menghambat respons yang efektif terhadap berbagai ancaman global.
Selain perang berskala besar, sejumlah risiko lainnya juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Krisis keuangan global dan keruntuhan rantai pasokan masing-masing naik 12 peringkat dalam penilaian.
Sementara itu, risiko kerusakan keamanan siber naik tujuh peringkat. Perubahan tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap berbagai risiko yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan global.
Di sisi lain, beberapa risiko mengalami penurunan peringkat, seperti penurunan keanekaragaman hayati yang mencatat penurunan terbesar, yakni 17 peringkat. Pencemaran berskala besar turun 10 peringkat, sedangkan kelangkaan sumber daya alam dan risiko biologis masing-masing turun delapan peringkat.
Laporan tersebut juga menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap kesiapan sistem multilateral dalam menghadapi risiko teknologi. Responden menilai sistem multilateral paling tidak siap menghadapi sejumlah risiko yang berkaitan dengan perkembangan teknologi.
Konsentrasi kekuatan yang didorong teknologi berada di peringkat ke-22 dalam hal kesiapan. Sementara itu, kecerdasan buatan dan teknologi terdepan berada di peringkat ke-24.
Kerusakan keamanan siber berada di peringkat ke-26, sedangkan bencana geoengineering berada di peringkat ke-27. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan laporan tersebut memberikan bukti yang harus menjadi dasar dalam menentukan langkah menghadapi berbagai risiko global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....