PBB Kecam Serangan Houthi terhadap Arab Saudi

  • 16 Sep 2026 16:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PBB mengecam serangan Houthi yang menargetkan infrastruktur sipil dan energi di Arab Saudi pada sidang darurat Dewan Keamanan, 15 September 2026.

RRI.CO.ID, New York — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan Houthi yang menargetkan infrastruktur sipil dan energi di Arab Saudi. Lembaga itu menegaskan pentingnya menjaga keamanan maritim di Laut Merah, seperti dilansir Asharq Al-Awsat.

PBB juga menekankan pentingnya memulihkan dan menghormati hak dan kebebasan navigasi di Selat Bab al-Mandab. Seruan tersebut disampaikan pada sidang darurat Dewan Keamanan PBB, Selasa 15 September 2026.

Selat Bab al-Mandab merupakan jalur maritim yang menjadi perhatian dalam konteks keamanan regional dan internasional. Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Timur Tengah, Eropa, Amerika, Asia dan Pasifik, Khaled Khiari, merujuk pada serangan terbaru terhadap Arab Saudi.

Menurut dia, memulihkan dan menghormati hak serta kebebasan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab sangat diperlukan. Khiari mengatakan kebebasan navigasi di kawasan tersebut harus dijalankan sesuai hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Salah satu resolusi yang disebut dalam pembahasan tersebut adalah Resolusi 2722. Khiari juga memperingatkan dampak yang dapat muncul jika gangguan di jalur maritim tersebut terus berlangsung.

Menurut dia, gangguan tersebut berpotensi memengaruhi perdamaian dan keamanan internasional. Selain itu, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap pasar energi global dan ketahanan pangan.

Negara-negara yang paling rentan juga berpotensi menghadapi dampak ekonomi yang lebih besar akibat gangguan pada jalur perdagangan maritim. Karena itu, PBB menekankan pentingnya menjaga kelancaran navigasi di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.

Penghormatan terhadap hak serta kebebasan navigasi dinilai perlu dilakukan berdasarkan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan. Pembahasan di Dewan Keamanan berlangsung di tengah perhatian terhadap keamanan maritim di kawasan Laut Merah.

PBB menilai gangguan yang berkepanjangan di jalur tersebut tidak hanya berdampak pada kawasan. Selain itu dapat memiliki konsekuensi terhadap kondisi ekonomi dan keamanan global.

Melalui sidang tersebut, PBB kembali menegaskan pentingnya keamanan maritim serta penghormatan terhadap hukum internasional. PBB juga menyerukan pemulihan hak dan kebebasan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab untuk mencegah dampak lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....