PBB Prihatin Eskalasi Konflik Yaman Picu Pengungsian 100 Ribu Orang
- 16 Sep 2026 13:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PBB mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya permusuhan dan konflik di berbagai wilayah Yaman yang berdampak besar pada situasi kemanusiaan.
RRI.CO.ID, Aden — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan sangat prihatin terhadap situasi di Yaman, di tengah meningkatnya konflik di sejumlah wilayah. Hal tersebut telah menyebabkan lebih dari 100 ribu orang mengungsi dan mengganggu operasi kemanusiaan.
Demikian disampaikan Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, seperti dilansir Anadolu pada Selasa 15 September 2026. Menurut dia, Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, telah mengalokasikan USD9 juta dari Central Emergency Relief Fund (CERF).
Dana tersebut dialokasikan untuk bantuan mendesak kepada keluarga yang mengungsi serta warga yang menampungnya. “Dampak konflik terhadap warga sipil terus meningkat,” kata Dujarric mengutip Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Sejumlah keluarga terpaksa meninggalkan rumah, sementara warga sipil lainnya tewas dan terluka setelah terjebak dalam baku tembak. Menurut PBB, operasi kemanusiaan yang sebelumnya sudah menghadapi keterbatasan kini berada di bawah tekanan yang semakin besar.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap bantuan bagi masyarakat terdampak terus meningkat. Badan Pengungsi PBB memperingatkan bahwa permusuhan meningkat dengan cepat, terutama di wilayah pesisir barat Yaman.
Situasi tersebut telah menyebabkan lebih dari 100 ribu orang mengungsi di dalam negeri. Sementara itu, ribuan orang lainnya melarikan diri melintasi Selat Bab el-Mandeb menuju Djibouti.
Dujarric mengatakan akses dan pergerakan di sepanjang sejumlah jalur utama mengalami pembatasan atau bahkan dihentikan sementara. Pada saat yang sama, persediaan bantuan kemanusiaan mulai menipis di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
PBB menyerukan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk melindungi warga sipil dan menghormati hukum humaniter serta hukum internasional. Organisasi tersebut juga meminta semua pihak memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara aman dan tanpa hambatan.
Meningkatnya kekerasan di pesisir barat Yaman semakin memperburuk kondisi kemanusiaan. Pengungsian dalam jumlah besar juga meningkatkan kebutuhan bantuan bagi masyarakat yang terdampak konflik.
Di tengah situasi tersebut, PBB menekankan pentingnya perlindungan warga sipil dan kelancaran akses bantuan kemanusiaan. Organisasi dunia itu memperingatkan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas selama konflik Yaman masih berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....