Qatar Ingatkan Risiko Penutupan Selat Bab el-Mandeb terhadap Pasokan Energi Dunia
- 17 Sep 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Qatar memperingatkan penutupan Selat Bab el-Mandeb dapat memperburuk gangguan perdagangan dan pasokan energi global di tengah blokade Selat Hormuz.
- Serangan Houthi terhadap kapal dan infrastruktur minyak Arab Saudi menambah kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di Laut Merah.
RRI.CO.ID, Doha — Pemerintah Qatar menyerukan upaya internasional untuk menjaga Selat Bab el-Mandeb tetap terbuka. Doha memperingatkan hilangnya akses terhadap jalur pelayaran tersebut dapat berdampak besar bagi dunia.
Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Ibrahim bin Sultan Al Hashmi, yang dikutip Euro News, Kamis 17 September 2026. Peringatan tersebut disampaikan ketika blokade Selat Hormuz masih mengganggu perdagangan dan pasokan energi.
Ibrahim menegaskan penutupan pintu masuk Laut Merah akan semakin memperburuk gangguan yang ditimbulkan oleh blokade Selat Hormuz. Menurut dia, dunia sudah cukup terdampak akibat penutupan jalur strategis yang terletak di antara Iran dan Oman itu.
Karena itu, lanjut Ibrahim, dunia tidak dapat menghadapi gangguan tambahan jika Selat Bab el-Mandeb ikut ditutup. Menurut dia, pemblokiran jalur perairan internasional tidak boleh menjadi kondisi normal baru.
Ibrahim menekankan negara-negara di dunia perlu bekerja sama untuk mencegah terganggunya jalur pelayaran internasional. Peringatan Qatar ini muncul setelah kelompok Houthi Yaman menguasai sejumlah wilayah strategis di Laut Merah bagian selatan.
Mereka juga melancarkan sejumlah serangan terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi dan kapal-kapal di Laut Merah. Ini dilakukan setelah Houthi mengumumkan blokade terhadap pelayaran Saudi pada Juli 2026.
Gangguan pelayaran di Laut Merah terjadi ketika perang Iran-Amerika Serikat/Israel memberi tekanan terhadap pasokan energi. Di sisi lain Semenanjung Arab, blokade Washington dan Teheran juga mengganggu lalu lintas kapal yang melalui Selat Hormuz.
Bab el-Mandeb atau “Gerbang Air Mata” merupakan jalur penting yang menghubungkan Teluk Aden dengan Laut Merah. Kapal yang melakukan perjalanan antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez harus melewati selat tersebut.
Serangan Houthi sebelumnya telah memaksa banyak kapal mengalihkan perjalanan dengan mengitari Afrika bagian selatan. Perubahan rute itu menambah waktu dan biaya pelayaran.
Arab Saudi memiliki jalur pipa East-West yang memungkinkan pengiriman minyak menuju pelabuhan-pelabuhan di Laut Merah tanpa melewati Selat Hormuz. Namun, kapal tanker yang berlayar ke selatan dari pelabuhan tersebut tetap harus melewati Selatan Bab el-Mandeb.
Ibrahim mengatakan Qatar bekerja sama dengan mitra regional dan internasional untuk mendukung pembicaraan mengenai kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz. Doha juga mendorong penyelesaian ketegangan melalui jalur diplomasi.
Menurut dia, penyelesaian melalui meja perundingan bukanlah sesuatu yang mustahil. “Kami terus berupaya mendorong negosiasi untuk menyelesaikan konflik, sekaligus menjaga jalur pelayaran internasional tetap terbuka dan aman,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....