Arab Saudi Usulkan Koalisi Maritim Amankan Laut Merah

  • 31 Jul 2026 14:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Arab Saudi mengusulkan pembentukan koalisi pertahanan maritim multinasional yang melibatkan 43 negara dan Uni Eropa untuk memperkuat keamanan di Laut Merah serta melindungi jalur pelayaran dan pasokan energi.
  • Sebanyak 14 negara menyatakan dukungan terhadap pembentukan koalisi, sementara Arab Saudi diusulkan menjadi negara pendiri, pemimpin, sekaligus lokasi markas besar koalisi.
  • Rencana koalisi muncul setelah meningkatnya serangan Houthi di Laut Merah, yang memicu ketegangan kawasan, mengganggu jalur perdagangan global, dan turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.

RRI.CO.ID, Riyadh — Arab Saudi mengumumkan rencana pembentukan koalisi pertahanan maritim multinasional. Koalisi tersebut akan dibentuk untuk melindungi pelayaran internasional dan jalur pasokan energi di kawasan Laut Merah.

Langkah tersebut diumumkan pada Kamis, 30 Juli 2026 sebagai respons atas meningkatnya serangan kelompok Houthi terhadap jalur pelayaran kawasan tersebut. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan pertemuan internasional telah membahas pembentukan koalisi tersebut.

Melansir dari Reuters, pertemuan internasional tersebut dihadiri perwakilan dari 43 negara dan Uni Eropa. Arab Saudi diusulkan menjadi negara pendiri, pemimpin koalisi, sekaligus lokasi markas besarnya.

Koalisi itu bertujuan memperkuat keamanan maritim dan menjaga kebebasan navigasi di kawasan. Selain itu, koalisi akan melindungi jalur perdagangan internasional, pasokan energi, serta kepentingan bersama di Selat Bab el-Mandeb dan Teluk Aden.

Sebanyak 14 negara, termasuk Turki, Pakistan, Mesir, Sudan, dan Djibouti, menyatakan dukungan terhadap pembentukan koalisi. Sementara itu, Oman dan Uni Emirat Arab tidak tercantum dalam pernyataan bersama tersebut.

Pada 20 Juli, kelompok Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah. Ketegangan di Laut Merah menjadi bagian dari konflik dengan Iran dan meluas hingga di luar kawasan Teluk.

Selain itu, konflik yang terjadi di kawasan tersebut juga mendorong kenaika harga minyak dunia. Selat Bab el-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting bagi perdagangan dan distribusi energi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....