IMO: Serangan di Laut Merah Ancam Pelayaran Global
- 24 Jul 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IMO mengecam serangan terbaru di Laut Merah karena mengancam keselamatan pelaut, keamanan pelayaran internasional, perdagangan maritim, dan rantai pasok global.
- Sekjen IMO Arsenio Dominguez mendesak deeskalasi konflik serta pembebasan tanpa syarat para pelaut yang disandera, sekaligus meminta operator kapal melakukan penilaian risiko sebelum melintasi Laut Merah.
- IMO mencatat lebih dari 20 insiden perompakan dan perampokan kapal di Laut Merah dan Teluk Aden hingga 6 Juli, dengan penggunaan senjata yang semakin berbahaya dan meningkatnya kekerasan terhadap para pelaut.
RRI.CO.ID, London — Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, mengecam keras serangan terbaru terhadap pelayaran internasional di Laut Merah. Dalam pernyataannya pada Kamis, 23 Juli 2026, ia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Melansir dari Xinhua, hal tersebut karena mengancam keselamatan para pelaut, keamanan perdagangan maritim, dan rantai pasok global. Dominguez menegaskan bahwa para pelaut merupakan warga sipil yang menjalankan tugas penting dalam menopang perekonomian dunia.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh operator kapal melakukan penilaian risiko secara menyeluruh sebelum melintasi kawasan Laut Merah. Menurutnya, para pelaut tidak boleh ditempatkan dalam situasi berbahaya maupun dijadikan sasaran dalam konflik bersenjata.
Ia menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap pelaut yang disandera aksi perompakan di Laut Merah dan Teluk Aden. Dominguez menegaskan bahwa keselamatan mereka merupakan kewajiban berdasarkan hukum internasional sekaligus tanggung jawab bersama masyarakat global.
Ia mengingatkan bahwa Laut Merah merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan internasional. Serangan yang terus berlanjut, menurutnya, berpotensi meningkatkan ketegangan, mengganggu jalur pelayaran komersial, serta melemahkan kebebasan bernavigasi.
Oleh karena itu, Dominguez menekankan bahwa deeskalasi menjadi satu-satunya solusi untuk mengakhiri ancaman tersebut. Selain itu, Dominguez juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi pencemaran lingkungan akibat insiden terbaru di Laut Merah maupun di Selat Hormuz.
Ia memastikan IMO akan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan apabila diperlukan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah serangkaian insiden keamanan kembali terjadi di kawasan Laut Merah.
Data IMO menunjukkan lebih dari 20 insiden percobaan maupun aksi perompakan dan perampokan kapal di Laut Merah dan Teluk Aden. Insiden tersebut terjadi dalam periode tiga bulan hingga 6 Juli.
Organisasi tersebut juga mencatat penggunaan senjata yang semakin berbahaya serta meningkatnya kekerasan terhadap para pelaut. Hal tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan salah satu jalur perdagangan maritim terpenting di dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....