Sekjen PBB Serukan Dialog Akhiri Konflik Teluk dan Laut Merah

  • 13 Agt 2026 15:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan dialog dan negosiasi sebagai solusi penyelesaian konflik di kawasan Teluk dan Laut Merah pada 12 Agustus 2026.
  • Wakil juru bicara Guterres, Farhan Haq, mengkonfirmasi bahwa Sekjen PBB terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah termasuk situasi di Selat Hormuz.
  • PBB menekankan pentingnya penyelesaian yang menyeluruh dan berkelanjutan melalui pendekatan dialog untuk stabilitas kawasan Teluk dan Laut Merah.

RRI.CO.ID, Jenewa — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan dialog dan negosiasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Teluk dan Laut Merah. Seruan tersebut disampaikan pada Rabu, 12 Agustus 2026 sebagai upaya mendorong tercapainya penyelesaian yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Wakil juru bicara Guterres, Farhan Haq, mengatakan sang sekjen terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah. Perhatiannya mencakup situasi di sekitar Selat Hormuz dan Laut Merah, dilansir dari Xinhua.

Menurut Guterres, penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui dialog dan negosiasi. Ia menilai pendekatan diplomatik diperlukan untuk meredakan ketegangan dan mencegah konflik semakin meluas.

Guterres berharap penyelesaian konflik dapat memulihkan stabilitas regional sekaligus membangun kembali kepercayaan antarnegara. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hak dan kebebasan navigasi di kawasan.

“Penyelesaian tersebut akan membantu memulihkan stabilitas dan kepercayaan di seluruh kawasan, sekaligus melindungi hak dan kebebasan navigasi di dalam dan sekitar Selat Hormuz serta Laut Merah,” kata Haq.

Kebebasan pelayaran di sekitar Selat Hormuz dan Laut Merah dinilai perlu tetap terlindungi. Situasi keamanan di kedua wilayah tersebut kini menjadi perhatian masyarakat internasional.

Gangguan terhadap jalur pelayaran berpotensi memengaruhi perdagangan serta memperburuk kondisi keamanan di kawasan. Guterres menyerukan penghentian seluruh tindakan yang menghambat pelayaran di Laut Merah dan sekitar Selat Bab al-Mandab.

PBB berharap dialog dan negosiasi dapat menciptakan stabilitas serta keamanan yang lebih kuat di kawasan. Guterres menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi jalan utama untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....