Malaysia Serukan Kerja Sama Hadapi Kejahatan Transnasional
- 11 Sep 2026 15:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail menekankan pentingnya kerja sama yang lebih cepat dan kuat antara pemerintah serta lembaga penegak hukum dalam menghadapi kejahatan transnasional.
- Jaringan kriminal internasional telah berkembang pesat dan beroperasi di berbagai yurisdiksi dengan memanfaatkan koneksi lintas negara untuk aktivitas ilegal mereka.
- Negara-negara perlu memperkuat pertukaran informasi dan meningkatkan koordinasi operasional untuk secara efektif mengatasi kejahatan yang melintasi perbatasan internasional.
RRI.CO.ID, Kuala Lumpur — Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail mengatakan kerja sama yang lebih cepat dan kuat diperlukan untuk memerangi kejahatan transnasional. Kerja sama tersebut melibatkan pemerintah dan lembaga penegak hukum, dilansir dari Xinhua, Jumat, 11 September 2026.
Menurutnya, jaringan kriminal kini semakin berkembang dan beroperasi di berbagai yurisdiksi dengan memanfaatkan jaringan internasional. Saifuddin mengatakan negara-negara perlu memperkuat pertukaran informasi dan koordinasi operasional untuk menghadapi jaringan kriminal lintas negara.
Ia juga mendorong dilakukannya tindakan bersama dalam memberantas kejahatan transnasional. Pernyataan tersebut disampaikannya setelah mengikuti Konferensi Kerja Sama Keamanan Publik Global 2026 pada Rabu, 9 September 2026.
Menurut Saifuddin, ancaman keamanan saat ini semakin kompleks dan mencakup berbagai bentuk kejahatan. Ancaman tersebut antara lain kekerasan, perdagangan manusia, penyelundupan migran, narkotika, kejahatan siber, penipuan daring, dan pencucian uang.
Berbagai aktivitas kriminal tersebut dapat beroperasi melalui jaringan lintas batas, sistem keuangan, dan infrastruktur digital yang sama. Kondisi tersebut membuat penanganan kejahatan transnasional membutuhkan koordinasi yang lebih erat antarnegara.
Saifuddin juga menyoroti pemanfaatan teknologi oleh para pelaku kejahatan. Menurutnya, kecerdasan buatan (AI), komunikasi terenkripsi, dan mata uang kripto mulai dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas kriminal.
Teknologi tersebut dapat digunakan untuk menyembunyikan identitas pelaku serta memindahkan dana ilegal melalui berbagai yurisdiksi. Perkembangan teknologi tersebut dinilai semakin menantang upaya penegak hukum dalam mengungkap jaringan kriminal lintas negara.
Oleh karena itu, Saifuddin menekankan pentingnya memperkuat kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman tersebut. Pertukaran informasi yang cepat dan koordinasi antarlembaga dinilai menjadi bagian penting dalam membongkar jaringan kriminal.
Ia juga menilai tindakan bersama diperlukan karena aktivitas kriminal tidak lagi terbatas pada satu negara. Menurutnya, kerja sama lintas negara menjadi kunci untuk menghadapi jaringan kejahatan transnasional yang semakin kompleks.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....