Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional
- 04 Mei 2026 23:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menlu RI Sugiono menerima kunjungan kerja Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Laos, Thongsavan Phomvihane, Senin, 4 Mei 2026 di Jakarta.
- Indonesia dan Laos menyoroti meningkatnya kasus kejahatan transnasional, seperti penipuan daring dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang turut melibatkan WNI.
- Kedua negara sepakat mengaktifkan kembali mekanisme Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC).
RRI.CO.ID, Jakarta - Menlu RI Sugiono menerima kunjungan kerja Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Laos, Thongsavan Phomvihane, Senin, 4 Mei 2026 di Jakarta. Pertemuan ini salah satunya menitikberatkan pada penguatan kerja sama di bidang politik dan keamanan, terutama dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara.
Pertemuan difokuskan pada penguatan kemitraan Indonesia-Laos, khususnya menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027 mendatang. “Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemitraan kedua negara baik di bidang politik, ekonomi, maupun people-to-people contact,” ujar Menlu Sugiono.
Indonesia dan Laos menyoroti meningkatnya kasus kejahatan transnasional, seperti penipuan daring dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang turut melibatkan WNI. Kedua negara sepakat memperkuat koordinasi dan langkah penanganan bersama untuk mengatasi isu tersebut.
Menlu Sugiono menekankan pentingnya implementasi efektif berbagai kerangka kerja sama yang telah ada. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas keamanan, tidak hanya di tingkat bilateral tetapi juga di kawasan.
Untuk mendukung langkah tersebut, kedua negara sepakat mengaktifkan kembali mekanisme Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC). Forum ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk di bidang keamanan.
Selain isu keamanan, kedua pihak juga membahas penguatan kemitraan di sektor lain, seperti ekonomi, perdagangan, dan investasi. Namun demikian, stabilitas keamanan dinilai sebagai fondasi utama bagi keberlanjutan kerja sama tersebut.
Kerja sama antar masyarakat juga menjadi perhatian, khususnya melalui pendidikan dan pertukaran pemuda. Kedua negara menilai interaksi masyarakat dapat berperan dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan lintas negara.
Dalam konteks kawasan, Indonesia dan Laos menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN. Upaya ini dinilai penting untuk merespons dinamika geopolitik sekaligus memperkuat stabilitas regional.
Kunjungan ini merupakan yang pertama bagi Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Laos ke kawasan Asia Tenggara sejak pembentukan pemerintahan baru pada Maret lalu. Pertemuan ini mencerminkan komitmen kedua negara dalam memperkuat kolaborasi, khususnya di bidang keamanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....