Kekeringan Mengancam Pangan, Ilmuwan Belanda Kembangkan Tanaman Tahan Iklim

  • 21 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Para ilmuwan di Universitas Wageningen, Belanda sedang mengembangkan tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan iklim menggunakan laboratorium berteknologi tinggi.
  • Penelitian ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan pangan populasi dunia yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk global.
  • Para peneliti menguji berbagai jenis tanaman termasuk bibit tomat yang masih berusia beberapa minggu untuk menentukan ketahanan mereka terhadap kondisi iklim yang berubah.

RRI.CO.ID, Den Haag — Para ilmuwan di Belanda sedang mengembangkan tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan pangan populasi dunia yang terus bertambah, dilansir dari Deutsche Welle, Jumat, 21 Agustus 2026.

Penelitian tersebut dilakukan menggunakan laboratorium berteknologi tinggi di Universitas Wageningen. Di laboratorium tersebut, para peneliti menguji berbagai jenis tanaman, termasuk bibit tomat yang masih berusia beberapa minggu.

Tanaman dipantau menggunakan kamera untuk melihat perubahan warna, suhu, dan proses fotosintesis. Para ilmuwan menciptakan kondisi yang menyerupai iklim panas dan lembap seperti di India.

Mereka juga memberikan tekanan panas, mensimulasikan embun beku pada malam hari, serta menambahkan garam untuk menguji ketahanan tanaman terhadap salinitas. Penelitian tersebut menjadi semakin penting karena perubahan iklim mulai mengganggu pola pertanian tradisional.

Kenaikan suhu global membuat musim dan kondisi cuaca semakin sulit diprediksi. Gelombang panas dan kekeringan yang lebih panjang mengancam produksi tanaman pangan.

Banjir parah akibat pemanasan global juga meningkatkan risiko gagal panen di berbagai wilayah. Sejumlah petani di Jerman bahkan telah memperingatkan kemungkinan gagal panen setelah suhu meningkat pada musim panas.

Penurunan produksi biji-bijian juga telah tercatat di Prancis, Hungaria, dan Inggris. Pada saat yang sama, kebutuhan pangan dunia terus meningkat. populasi global diperkirakan mencapai 10 miliar orang pada 2050.

Sementara itu, konsumsi daging dan permintaan biji-bijian untuk pakan ternak juga terus bertambah. Permintaan tanaman untuk produksi biofuel turut memberikan tekanan terhadap sektor pertanian.

Oleh karena itu, para peneliti tidak hanya mencari cara untuk menghasilkan lebih banyak pangan. Mereka juga mengembangkan tanaman yang mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang semakin sulit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....