Kekeringan Terparah Landa 71 Persen Wilayah Inggris akibat Panas Ekstrem

  • 11 Agt 2026 16:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Inggris mengalami kekeringan terparah dalam sejarah sejak 1836, yang berdampak hingga ke lebih dari dua pertiga wilayah negara tersebut.

RRI.CO.ID, London — Lebih dari dua pertiga wilayah Inggris mengalami kekeringan terparah sejak 1836. Dikutip dari BBC News, Selasa 11 Agustus 2026, 71,3 persen wilayah negara itu telah ditetapkan berstatus kekeringan.

Di antaranya East Midlands, Lincolnshire, Northamptonshire, Kent, Sussex, Solent, dan South Downs. Wilayah-wilayah tersebut bergabung dengan sekitar separuh Inggris dan seluruh Wales yang sebelumnya telah mengalami kekeringan.

Status tersebut ditetapkan National Drought Group setelah menggelar rapat pada Senin, 10 Agustus 2026. Sekitar 45 juta orang tinggal di wilayah terdampak kekeringan, sementara lebih dari 27 juta orang menghadapi pembatasan penggunaan air.

Kondisi tersebut terjadi setelah musim panas ekstrem dan kering melanda Britania Raya. Ketua National Drought Group, Tony Grayling, memperingatkan kondisi kekeringan di Inggris akan terus memburuk.

Menurut dia, hujan yang signifikan dan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Sebagian besar Inggris kini mengalami flash drought atau kekeringan yang berkembang sangat cepat akibat curah hujan rendah dan suhu tinggi.

Yorkshire dan Inggris bagian timur laut telah memasuki status cuaca kering berkepanjangan sebagai tahapan sebelum kekeringan. Saat ini, tidak ada lagi wilayah di Inggris yang berada dalam status cuaca normal.

Peringatan kesehatan akibat panas tingkat amber juga diberlakukan di hampir seluruh Inggris. Cuaca panas dan kering meningkatkan risiko kebakaran hutan, dengan puluhan petugas damkar masih menangani si jago merah di New Forest.

Kondisi kekeringan juga memberi tekanan besar terhadap sektor pertanian. Inggris dan Wales mengalami Juli terkering, sementara Inggris bagian tenggara hanya menerima 1 persen dari rata-rata curah hujan.

National Farmers Union memperingatkan cuaca kering berkepanjangan dapat menyebabkan kekurangan sejumlah bahan pangan. Hasil panen gandum dan oat tahun ini dilaporkan sangat buruk.

Sementara itu, para peternak terpaksa menggunakan persediaan pakan musim dingin karena sulit menumbuhkan rumput. Hanya 14 persen sungai di Inggris yang memiliki tingkat air normal, sedangkan 22 persen berada pada tingkat sangat rendah.

Hampir seluruh bendungan di Inggris juga berada di bawah kondisi normal. Rendahnya permukaan air bahkan berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran di sejumlah sungai.

Para ilmuwan mengaitkan meningkatnya risiko cuaca ekstrem dengan perubahan iklim. Suhu yang lebih tinggi meningkatkan penguapan dan membuat tanah lebih cepat kering ketika curah hujan menurun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....