Honduras Tetapkan 80 Persen Wilayah dalam Siaga Kekeringan

  • 20 Agt 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Honduras menetapkan 80 persen wilayah negaranya dalam status siaga kekeringan akibat dampak El Niño sejak 20 Agustus 2026.
  • El Niño telah menyebabkan kerusakan signifikan pada sektor pertanian dengan lahan terdampak kekeringan dan ternak mati karena kekurangan air.
  • El Niño adalah fenomena meteorologi yang ditandai dengan menghangatnya suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik khatulistiwa.

RRI.CO.ID, Tegucigalpa — Pemerintah Honduras menetapkan 80 persen wilayah negaranya dalam status siaga kekeringan akibat dampak El Nino. Ibu kota Tegucigalpa termasuk wilayah yang berada dalam status tersebut, dilansir dari France24, Kamis, 20 Agustus 2026.

El Nino telah menyebabkan lahan pertanian terdampak kekeringan dan ternak mati karena kekurangan air. Fenomena ini ditandai oleh menghangatnya suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik khatulistiwa.

Kondisi tersebut memicu perubahan pola angin, tekanan atmosfer, dan curah hujan di berbagai wilayah dunia. El Nino juga berkontribusi terhadap peningkatan suhu global secara keseluruhan dan tahun ini diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat.

Pemerintah Honduras menetapkan status siaga di 234 dari total 298 kota. Wilayah-wilayah tersebut terdampak rendahnya permukaan air waduk, gagal panen, dan kematian ternak sehingga meningkatkan ancaman terhadap ketahanan pangan masyarakat.

Tegucigalpa, yang memiliki sekitar 1,7 juta penduduk, menjadi salah satu wilayah dengan risiko tertinggi akibat kekeringan. Sebanyak 75 wilayah Honduras ditempatkan dalam status siaga merah yang menunjukkan tingkat risiko maksimum.

Wilayah yang paling terdampak adalah Koridor Kering Amerika Tengah. Kawasan tersebut mencakup sebagian wilayah Honduras, El Salvador, dan Nikaragua serta dikenal rentan terhadap berbagai kejadian cuaca ekstrem.

Presiden Honduras Nasry Asfura memperkirakan krisis kekeringan akan berlangsung hingga Maret atau April tahun depan. Pemerintah kemudian menyiapkan sejumlah langkah darurat, termasuk pengeboran sumur baru dan pembangunan waduk tambahan.

Pemerintah juga akan menyalurkan makanan ke wilayah yang mengalami kondisi paling kritis. Program Pangan Dunia (WFP) memperkirakan Amerika Tengah akan menjadi wilayah yang paling terdampak kelaparan akibat El Nino.

Kondisi tersebut diperburuk oleh meningkatnya suhu di berbagai kawasan. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebelumnya memperingatkan bahwa El Nino memperburuk kondisi planet yang sudah mengalami pemanasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....