Parlemen Arab Kecam Israel yang Menolak Peta Jalan Perdamaian Gaza
- 19 Agt 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Parlemen Arab Mohammed bin Ahmed al-Yamahi mengecam keras penolakan Israel terhadap peta jalan perdamaian untuk Gaza pada Senin, 17 Agustus 2026.
- Israel menolak peta jalan yang bertujuan mengakhiri perang di Gaza sesuai rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
- Israel juga menolak pembentukan negara Palestina, menutup pintu bagi solusi dua negara yang diharapkan komunitas internasional.
RRI.CO.ID, Riyadh — Parlemen Arab mengecam keras penolakan Israel terhadap peta jalan perdamaian untuk Gaza. Kecaman tersebut disampaikan Ketua Parlemen Arab Mohammed bin Ahmed al-Yamahi pada Senin, 17 Agustus 2026.
Israel sebelumnya menolak peta jalan untuk menyelesaikan pelaksanaan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bertujuan mengakhiri perang di Gaza. Israel juga menolak pembentukan negara Palestina, dilansir dari Syrian Arab News Agency.
Al-Yamahi menilai sikap Israel sebagai tantangan terang-terangan terhadap kehendak internasional. Ia juga menuduh Israel berupaya menggagalkan berbagai inisiatif politik dan diplomatik yang bertujuan menghentikan perang serta mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.
Menurut Al-Yamahi, sikap Israel turut merusak peluang terciptanya perdamaian yang adil dan menyeluruh. Ia mengatakan pemerintah Israel terus menghindari kewajiban internasionalnya dan menggunakan kekuatan dalam menghadapi berbagai inisiatif perdamaian.
Al-Yamahi menilai Israel juga berusaha memaksakan fakta di lapangan. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan bahwa melanjutkan agresi dan memperpanjang perang merupakan pilihan politik Israel.
Ia menyambut pernyataan bersama sejumlah negara Arab dan Islam yang menyatakan Israel bertanggung jawab atas terhambatnya upaya perdamaian. Menurut Al-Yamahi, sikap bersama tersebut mengirimkan pesan jelas kepada masyarakat internasional.
Al-Yamahi meminta masyarakat internasional tidak berhenti pada kecaman, tetapi mengambil langkah-langkah praktis dan mengikat untuk menghentikan pelanggaran Israel. Ia juga meminta Israel dipaksa mematuhi resolusi legitimasi internasional.
Al-Yamahi menyerukan masyarakat internasional serta parlemen regional dan internasional mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel. Ia juga meminta tekanan politik dan hukum yang efektif diberikan untuk memastikan Israel mematuhi peta jalan perdamaian Gaza.
Ia juga menyerukan penghentian kejahatan dan pelanggaran terhadap rakyat Palestina. Selain itu, ia meminta berbagai resolusi internasional yang berkaitan dengan konflik tersebut segera dilaksanakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....