PBB Peringatkan Serangan Udara Ancam Warga Sipil Gaza
- 15 Agt 2026 13:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PBB memperingatkan bahwa serangan udara di wilayah padat penduduk Gaza berisiko meningkatkan jumlah korban sipil.
- Sedikitnya tiga serangan udara dilaporkan terjadi sejak Rabu, termasuk satu serangan di dekat Rumah Sakit Al-Amal di Khan Younis.
- Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyampaikan informasi terkait serangan udara tersebut pada Kamis, 13 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Jenewa — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa serangan udara di wilayah padat penduduk Gaza dapat meningkatkan risiko korban sipil. Peringatan tersebut disampaikan oleh pekerja kemanusiaan PBB pada Kamis, 13 Agustus 2026, dilansir dari Xinhua.
Sedikitnya tiga serangan udara dilaporkan terjadi sejak Rabu, termasuk satu serangan di dekat Rumah Sakit Al-Amal di Khan Younis. Informasi tersebut disampaikan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
PBB dan berbagai mitranya masih melanjutkan operasi bantuan kemanusiaan di Gaza untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak konflik. Dalam sembilan hari pertama Agustus, hampir 60.000 rumah tangga menerima bantuan pangan bulanan.
Setiap rumah tangga mendapatkan tiga paket bantuan makanan dan satu karung tepung dengan berat 25 kilogram. OCHA mengatakan hampir 700.000 makanan disediakan setiap hari di Gaza.
Bantuan tersebut didistribusikan melalui lebih dari 1.000 lokasi di seluruh wilayah Gaza. Selain itu, lebih dari dua lusin toko roti bersubsidi terus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Toko-toko roti tersebut memproduksi sekitar 100.000 paket roti setiap hari, dengan masing-masing paket memiliki berat sekitar dua kilogram. Roti tersebut disediakan bagi masyarakat yang membutuhkan di tengah kondisi kemanusiaan yang semakin sulit.
Selain makanan, bantuan tempat tinggal darurat juga terus diberikan. Mitra OCHA telah membantu lebih dari 3.300 rumah tangga dengan tempat penampungan darurat dan berbagai kebutuhan lainnya.
OCHA mengatakan bantuan tambahan masih sangat diperlukan untuk mempertahankan operasi kemanusiaan di Gaza. Badan tersebut juga meminta pendanaan lebih besar serta persetujuan untuk memasukkan perlengkapan tempat tinggal yang lebih tahan lama.
Para mitra kemanusiaan PBB turut melakukan upaya perlindungan terhadap warga sipil. Salah satu caranya adalah menandai lokasi yang dianggap berbahaya dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya benda-benda peledak.
Edukasi tersebut bertujuan membantu warga menghindari risiko dari sisa persenjataan yang tersebar di berbagai wilayah. Lebih dari 15.000 orang mengikuti sesi peningkatan kesadaran mengenai bahan peledak pada pekan lalu.
PBB terus menyerukan perlindungan terhadap warga sipil di tengah meningkatnya ancaman serangan udara. Situasi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan bantuan kemanusiaan dan perlindungan bagi warga Gaza di tengah konflik yang masih berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....