PBB Serukan Iran dan AS Kembali ke Meja Perundingan
- 19 Agt 2026 14:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui juru bicaranya Stephane Dujarric menyerukan Iran dan Amerika Serikat untuk melanjutkan perundingan guna mencari penyelesaian konflik.
- Seruan tersebut disampaikan pada Senin, 17 Agustus 2026, tepat setelah berakhirnya tenggat waktu perundingan selama 60 hari antara kedua negara.
- Guterres tetap menyampaikan pesan yang sama sejak awal konflik dimulai, menunjukkan komitmen PBB dalam mendorong dialog damai.
RRI.CO.ID, Jenewa — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan Iran dan Amerika Serikat untuk kembali melanjutkan perundingan guna mencari penyelesaian konflik. Seruan tersebut disampaikan juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, pada Senin, 17 Agustus 2026.
Melansir dari Xinhua, seruan tersebut disampaikan saat tenggat waktu perundingan selama 60 hari antara kedua negara berakhir. Dujarric mengatakan Guterres tetap menyampaikan pesan yang sama sejak awal konflik.
Menurut Guterres, tidak ada solusi militer untuk menyelesaikan perselisihan antara Iran dan Amerika Serikat. Menurutnya, Guterres mendesak kedua negara segera kembali ke meja perundingan demi mencapai penyelesaian yang damai dan berkelanjutan.
Guterres juga meminta Iran dan Amerika Serikat menghindari tindakan militer yang dapat memperburuk situasi. Selain itu, ia menyerukan agar kedua pihak menurunkan retorika yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Menurut PBB, langkah tersebut penting untuk menciptakan ruang bagi diplomasi dan mencegah eskalasi konflik. Seruan itu disampaikan ketika batas waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir berdasarkan MoU Iran-AS pada 17 Juni berakhir.
Dalam MoU tersebut, Iran dan Amerika Serikat berkomitmen untuk merundingkan dan mencapai kesepakatan akhir dalam waktu maksimal 60 hari. Namun, batas waktu tersebut masih dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan bersama kedua negara.
PBB berharap kesempatan itu dapat digunakan untuk kembali mengintensifkan proses diplomasi. Guterres menilai dialog tetap menjadi jalan penting untuk menyelesaikan perbedaan antara Iran dan Amerika Serikat.
Ia juga memperingatkan pentingnya menghindari langkah-langkah yang dapat memicu konfrontasi militer. Guterres meminta kedua negara mengutamakan perdamaian dan segera melanjutkan negosiasi demi tercapainya penyelesaian yang damai dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....