Iran Tegaskan Kendali Penuh atas Selat Hormuz

  • 15 Agt 2026 13:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran melalui Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan tidak ada kapal yang dapat melintasi Selat Hormuz tanpa izin dari pemerintah Iran.
  • Pernyataan ini berlaku untuk semua jenis kapal termasuk kapal komersial dan kapal tanker minyak yang ingin melewati perairan strategis tersebut.
  • Ebrahim Zolfaghari, juru bicara markas, menjelaskan bahwa kapal hanya dapat melintas dengan aman setelah mendapat izin dan berada di bawah pengawasan langsung angkatan bersenjata Iran.

RRI.CO.ID, Teheran — Komando militer utama Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, mengatakan tidak ada kapal yang dapat melintasi Selat Hormuz tanpa izin Iran. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 13 Agustus 2026 oleh juru bicara markas, Ebrahim Zolfaghari.

Melansir dari Xinhua, ia mengatakan aturan tersebut berlaku bagi kapal komersial maupun kapal tanker minyak. Menurut Zolfaghari, kapal hanya dapat melintas dengan aman setelah mendapat izin dan pengawasan dari angkatan bersenjata Iran.

Ia menegaskan Selat Hormuz tetap di bawah kendali penuh Iran dan mengatakan Iran tetap mengelola jalur strategis tersebut seperti sebelumnya. Ia menolak klaim Amerika Serikat bahwa kapal dapat melintas secara normal melalui Selat Hormuz.

Menurutnya, klaim tersebut merupakan informasi palsu dan kebohongan belaka. Zolfaghari mengatakan pernyataan AS menunjukkan keputusasaan dan ketidakberdayaan militernya.

Ia menegaskan kekuatan angkatan bersenjata Iran telah diuji oleh AS dan Iran telah menunjukkan kemampuan bertahan menghadapi tekanan militer. Angkatan bersenjata Iran saat ini juga memantau seluruh pergerakan AS dan Israel di kawasan tersebut.

Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kedaulatan Iran. Zolfaghari mengatakan Iran tidak akan ragu membela hak-hak rakyatnya dan berkomitmen mempertahankan kedaulatan nasional dan kepentingan negaranya.

Ia memperingatkan bahwa Iran akan merespons setiap ancaman terhadap negaranya. Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan klaim mengenai Selat Hormuz.

Trump sebelumnya mengatakan Amerika Serikat memiliki kendali penuh atas jalur strategis tersebut. Klaim Trump bertentangan dengan pernyataan militer Iran mengenai kendali atas Selat Hormuz.

Ketegangan kedua negara menunjukkan semakin pentingnya Selat Hormuz dalam konflik yang sedang berlangsung. Selat tersebut merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak dan energi global.

Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut dapat berdampak pada pasokan dan harga energi dunia. Teheran kini menggunakan kendalinya atas Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap AS.

Washington dan Teheran sama-sama mengklaim memiliki pengaruh besar atas jalur strategis tersebut. Perselisihan mengenai kendali Selat Hormuz berpotensi meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

Kondisi tersebut juga menambah ketidakpastian terhadap keamanan pelayaran dan stabilitas pasar energi global. Perkembangan situasi di Selat Hormuz akan menjadi perhatian utama karena gangguan berkepanjangan dapat memengaruhi perdagangan dan pasokan energi internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....