Iran dan Oman Sepakati Peta Rute Baru di Selat Hormuz
- 19 Agt 2026 13:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran dan Oman telah menyepakati peta rute baru untuk lalu lintas maritim di Selat Hormuz guna menetapkan jalur aman bagi kapal yang melintasi.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran dan Oman telah menyepakati peta rute baru lalu lintas maritime di Selat Hormuz. Ini menjadi bagian dari upaya kedua negara menetapkan jalur aman bagi pelayaran di kawasan strategis tersebut.
Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, yang dikutip Xinhua, Senin 17 Agustus 2026. Menurut dia, perkembangan terbaru perundingan Iran dan Oman mengenai penetapan rute aman bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Baghaei menambahkan kedua negara masih perlu menyelesaikan sejumlah bagian dari kesepakatan sebelum dapat difinalisasi. Kesepakatan tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk paket yang mencakup peta rute dan pernyataan bersama.
Menurut dia, proses penyelesaian kesepakatan berlangsung lebih lama karena kompleksitas masalah yang dibahas. Selain itu, terdapat sejumlah pihak yang berupaya memengaruhi proses tersebut.
Baghaei juga menyinggung adanya upaya dari pihak-pihak tertentu yang disebutnya berniat jahat. Meski prosesnya berjalan lambat, ditegaskannya bahwa Teheran dan Muscat tetap melanjutkan perundingan dengan serius.
Kedua pihak juga terus bertukar pandangan mengenai teks pernyataan bersama yang akan menjadi bagian dari kesepakatan. Menurut dia, Iran dan Oman ingin membangun mekanisme yang dapat melindungi kepentingan kedua negara.
Selain itu diharapkan mampu menjawab kekhawatiran masing-masing pihak serta mempertimbangkan kepentingan pelayaran internasional. Pembahasan mengenai rute baru berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Baghaei juga memberikan keterangan terkait nota kesepahaman antara Iran dan AS pada 18 Juni 2026. Menurut kesepakatan tersebut, kedua negara seharusnya memulai perundingan mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi dalam jangka waktu 60 hari.
Periode tersebut berakhir pada Senin, 17 Agustus 2026, tetapi Baghaei mengatakan perundingan Iran dan AS tidak pernah dimulai. Menurt dia, Washington berada atas kegagalan yang berlaku sebelum perundingan tersebut dimulai.
Baghaei menuduh AS melakukan pelanggaran terhadap nota kesepahaman secara terang-terangan dan luas. Kesepakatan antara Iran dan Oman mengenai rute aman di Selat Hormuz menjadi langkah penting untuk mengatur lalu lintas maritim.
Kedua negara kini berupaya menyelesaikan pernyataan bersama. Dalam proses tersebut, Iran dan Oman mempertimbangkan kepentingan keamanan, kepentingan nasional, serta kelancaran pelayaran internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....