Indonesia-Australia Perkuat Pendidikan Iklim lewat Game Edukatif 'GenerAksi'

  • 16 Agt 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Australia meluncurkan kolaborasi pendidikan melalui gim edukatif bernama GenerAksi untuk pembelajaran perubahan iklim dan aksi iklim.
  • Program GenerAksi dikembangkan sebagai media pembelajaran yang komprehensif mencakup perubahan iklim, aksi iklim, dan kesiapsiagaan bencana.
  • Kunjungan Pembelajaran Indonesia ke Australia difasilitasi oleh KONEKSI dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti serta berbagai mitra pendidikan bilateral.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia dan Australia memperkuat kolaborasi pendidikan perubahan iklim melalui gim edukatif 'GenerAksi'. Program tersebut dibahas dalam Kunjungan Pembelajaran Indonesia ke Australia yang difasilitasi KONEKSI.

Kunjungan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti, PREDIKT, KONEKSI, dan beberapa mitra pendidikan Indonesia–Australia lain. GenerAksi dikembangkan sebagai media pembelajaran perubahan iklim, aksi iklim, dan kesiapsiagaan bencana.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan GenerAksi menjadi contoh penerapan hasil riset dalam pembelajaran. Menurutnya, pendidikan perubahan iklim perlu dikenalkan sejak dini melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Pendidikan perubahan iklim penting ditanamkan sejak dini untuk membangun kesadaran, pengetahuan, dan tindakan nyata,” kata Suharti. Pernyataan tersebut disampaikan saat Kunjungan Pembelajaran ke Australia, Jumat, 14 Agustus 2026.

CEO PREDIKT sekaligus peneliti utama, Avianto Amri, mengatakan Indonesia dan Australia menghadapi persoalan iklim serta bencana yang berbeda. Namun, kedua negara memiliki kepedulian yang sama terhadap ketangguhan dan pendidikan anak.

Kolaborasi tersebut dilakukan melalui program BRIDGE yang mempertemukan sekolah Indonesia dan Australia. Melalui program ini, siswa dapat berbagi pengalaman, membandingkan risiko, dan membahas aksi iklim yang inklusif.

Metode kids teaching kids yang digunakan saat Kunjungan Pembelajaran Indonesia ke Australia. (Foto: KONEKSI)

Kolaborasi tersebut terlihat saat delegasi Indonesia mengunjungi Harkaway Primary School. Delegasi membantu siswa Essex Heights Primary School memainkan GenerAksi, termasuk menggunakan versi permainan berbahasa Indonesia.

Pengalaman tersebut menerapkan metode kids teaching kids, dengan siswa tidak hanya menjadi peserta pembelajaran. Mereka juga berperan sebagai pembimbing, pencerita, dan penggerak aksi iklim bagi teman sebayanya.

GenerAksi telah diterapkan di sejumlah sekolah Indonesia dan menjangkau sekitar 3.000 anak serta 400 orang dewasa. Berdasarkan riset kolaboratif KONEKSI, 85 persen siswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai perubahan iklim.

Berikut merupakan bentuk gim edukatif bernama GenerAksi. (Foto: KONEKSI)

Selain itu, 70 persen siswa menyatakan memiliki niat melakukan tindakan positif untuk membantu mengatasi persoalan iklim. GenerAksi selanjutnya akan diperkuat melalui materi pembelajaran inklusif, pelatihan guru, serta kolaborasi dengan organisasi lokal.

Kerja sama tersebut selanjutnya diarahkan pada pertukaran antarsekolah dan pengembangan sumber belajar. Tindak lanjut lainnya mencakup konsolidasi jaringan pendidik, kolaborasi kelembagaan, serta penelitian antarnegara. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....