PBB: Operasi Israel Masih Bahayakan Warga Sipil Gaza
- 11 Agt 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PBB memperingatkan operasi militer Israel di Jalur Gaza terus membahayakan warga Palestina dan memperburuk situasi kemanusiaan.
- Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq menyampaikan peringatan ini berdasarkan laporan dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
- Mitra keamanan dan keselamatan PBB melaporkan sejumlah insiden sejak Jumat yang menyebabkan korban warga sipil di Gaza.
RRI.CO.ID, Jenewa — PBB memperingatkan bahwa operasi militer Israel di seluruh Jalur Gaza masih membahayakan warga Palestina dan memperburuk kebutuhan kemanusiaan. Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq menyampaikan peringatan tersebut pada Senin, 10 Agustus 2026.
Melansir dari Anadolu, peringatan tersebut disampaikan berdasarkan laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA. Mitra keamanan dan keselamatan PBB mencatat sejumlah insiden sejak Jumat, beberapa di antaranya dilaporkan menyebabkan korban warga sipil.
OCHA kembali menegaskan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil harus mendapatkan perlindungan berdasarkan hukum humaniter internasional. Sementara itu, tim kemanusiaan di Gaza terus menangani ancaman benda-benda peledak yang tersebar di berbagai wilayah.
Sejak konflik dimulai pada Oktober 2023, mereka telah mengidentifikasi dan menandai lebih dari 1.000 benda peledak. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi bahaya bagi masyarakat dan pekerja kemanusiaan.
Penanganan benda peledak juga membantu proses pembersihan puing-puing, membuka akses menuju infrastruktur penting, serta memulihkan fasilitas air dan sanitasi. Namun, kebutuhan bantuan di Gaza masih sangat besar.
Mitra kemanusiaan meminta lebih banyak pasokan penting dan peralatan khusus diizinkan masuk ke wilayah tersebut agar layanan penyelamatan dapat diperluas. Pasokan tambahan dinilai penting untuk mengurangi risiko yang dihadapi warga sipil, termasuk anak-anak.
Para pekerja kemanusiaan juga menghadapi berbagai risiko ketika menjalankan tugas membantu masyarakat terdampak konflik. Situasi kemanusiaan semakin sulit akibat kerusakan infrastruktur yang luas.
Konflik di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan menyebabkan lebih dari 174.000 orang terluka. Perang tersebut juga menyebabkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza terdampak.
PBB memperkirakan biaya pembangunan kembali wilayah tersebut mencapai sekitar 70 miliar dolar AS (Rp1,2 kuadriliun). Meski gencatan senjata telah dicapai untuk menghentikan pertempuran, PBB menilai perlindungan warga sipil tetap menjadi kebutuhan mendesak.
PBB juga menyerukan peningkatan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di Gaza. OCHA terus menyerukan agar seluruh pihak memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....