Jepang Desak Iran Pulihkan Pelayaran Aman di Selat Hormuz
- 13 Agt 2026 15:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pembicaraan telepon berlangsung selama sekitar 20 menit dan dimulai pada pukul 16.20 waktu Jepang.
- Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu, 12 Agustus 2026, untuk membahas situasi di Selat Hormuz.
- PM Jepang menekankan pentingnya memastikan pelayaran yang bebas dan aman melalui jalur perairan strategis Selat Hormuz di tengah ketegangan militer di kawasan.
RRI.CO.ID, Tokyo — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Pembicaraan tersebut dilakukan untuk membahas situasi di Selat Hormuz dan ketegangan militer di kawasan, dilansir dari NHK.
Takaichi menekankan pentingnya memastikan pelayaran yang bebas dan aman melalui jalur perairan strategis tersebut. Pembicaraan dimulai pada pukul 16.20 waktu Jepang pada Rabu, 12 Agustus 2026 dan berlangsung sekitar 20 menit.
Takaichi mengatakan ketegangan militer saat ini perlu segera diredakan dan situasi di sekitar Selat Hormuz harus ditenangkan. Jepang menilai Amerika Serikat dan Iran perlu melanjutkan dialog untuk mengakhiri konflik.
Dialog tersebut diharapkan dilakukan berdasarkan nota kesepahaman yang telah disepakati kedua pihak. Perundingan tersebut juga diharapkan menghasilkan kesepakatan final terkait isu nuklir dan persoalan lainnya.
Pembicaraan berlangsung ketika Iran dan Oman sedang membahas rute laut baru di Selat Hormuz. Takaichi mengatakan pelayaran bebas dan aman perlu dipulihkan tanpa adanya biaya tambahan.
Ia meminta Pezeshkian membahas persoalan tersebut dengan komunitas internasional, termasuk negara-negara yang menggunakan Selat Hormuz. Menurut Jepang, keterlibatan negara-negara pengguna jalur tersebut penting untuk memastikan keamanan pelayaran.
Takaichi juga menyampaikan keprihatinan mengenai situasi di Selat Bab el-Mandeb, terutama dari perspektif keamanan energi dan perdagangan. Takaichi meminta Pezeshkian mendesak kelompok Houthi untuk menahan diri guna mencegah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian memberikan penjelasan mengenai perkembangan dialog antara Iran dan Oman terkait Selat Hormuz. Ia juga menyampaikan prospek penyelesaian persoalan di jalur perairan tersebut.
Pezeshkian dilaporkan mengatakan Iran sedang berupaya menyelesaikan persoalan terkait Selat Bab el-Mandeb sambil menjalankan dialog dengan Arab Saudi. Upaya tersebut berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....