Trump Tuntut Kompensasi Iran saat Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut

  • 12 Agt 2026 13:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas kerugian yang diklaim telah ditimbulkan selama 50 tahun terakhir.
  • Iran mensyaratkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat pembayaran ganti rugi perang dari Washington dan pencabutan sanksi ekonomi.
  • Tuntutan kompensasi Trump adalah respons langsung terhadap permintaan Iran, menunjukkan eskalasi dalam negosiasi diplomatik kedua negara.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas kerugian yang diklaim telah ditimbulkan selama 50 tahun. Tuntutan itu muncul ketika Iran mensyaratkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan pembayaran ganti rugi perang dari Washington.

Iran juga meminta AS mengakhiri sanksi sebagai bagian dari persyaratan pembukaan jalur strategis tersebut. Trump mengatakan tuntutan kompensasi tersebut merupakan respons terhadap permintaan Iran, dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Trump, kompensasi AS akan mencakup kematian personel militer Amerika di kawasan tersebut. Ia juga mengklaim akan meminta kompensasi atas kematian warga Iran dalam berbagai demonstrasi.

Trump menyebut sekitar 52.000 orang telah meninggal di Iran dalam empat bulan terakhir. Namun, pemerintah Iran menyatakan sekitar 3.117 orang meninggal dalam demonstrasi antipemerintah pada Januari.

Lembaga HAM HRANA memperkirakan sekitar 7.000 orang meninggal dalam aksi tersebut, termasuk 6.500 demonstran. Trump juga meminta Iran bertanggung jawab atas kematian 17 pelaut AS dalam serangan terhadap USS Cole pada 2000.

Serangan terhadap kapal perang AS tersebut diketahui dikaitkan dengan al-Qaeda, bukan Iran. Trump turut meminta Iran bertanggung jawab atas kerusakan dan kematian di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza.

Sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, Trump berulang kali mengubah sikap antara mengancam eskalasi dan menawarkan perdamaian. Pekan lalu, Trump sempat mengancam akan menyerang Iran dengan keras sebelum kembali mengisyaratkan peluang kesepakatan damai.

Pada akhir pekan, Trump mengatakan dirinya mengambil pendekatan yang lebih tenang dengan mengandalkan tekanan ekonomi. Iran sebelumnya mengatakan hampir mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz.

Namun, Teheran menegaskan AS harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk menghentikan ancaman militer. Iran mengatakan perundingan dengan Oman berlangsung lancar dan konstruktif.

Kedua pihak telah mencapai kesepakatan mengenai peta jalur pelayaran, meski sejumlah persoalan teknis masih belum terselesaikan. Pembicaraan juga membahas navigasi aman, perlindungan lingkungan, layanan maritim, dan pemberantasan kejahatan.

Iran menilai tindakan bermusuhan AS telah membuat Selat Hormuz tidak aman. Teheran juga menganggap blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran sebagai tindakan agresi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....