Polisi Tiongkok-Thailand Bongkar Jaringan Penipuan Kartu Kredit Lintas Batas

  • 14 Agt 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polisi Tiongkok dan Thailand berhasil membongkar jaringan penipuan kartu kredit lintas batas melalui operasi gabungan yang menangkap sembilan tersangka.
  • Dari sembilan tersangka, empat merupakan warga negara Tiongkok dan lima merupakan warga negara Thailand, menunjukkan sifat internasional dari jaringan kejahatan tersebut.
  • Operasi ini melibatkan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok dan Kepolisian Kerajaan Thailand, mendemonstrasikan komitmen kedua negara dalam memberantas kejahatan siber finansial lintas batas.

RRI.CO.ID, Beijing — Polisi Tiongkok dan Thailand bekerja sama membongkar jaringan penipuan kartu kredit lintas batas yang menargetkan warga negara Tiongkok. Operasi gabungan tersebut berhasil menangkap sembilan tersangka.

Melansir dari Xinhua, Jumat, 14 Agustus 2026, operasi dilakukan oleh Kementerian Keamanan Publik Tiongkok dan Kepolisian Kerajaan Thailand. Dari sembilan tersangka yang ditangkap, empat di antaranya merupakan warga negara Tiongkok, sementara lima lainnya merupakan warga negara Thailand.

Kedua pihak mengoordinasikan waktu operasi penindakan dan membongkar beberapa lokasi yang diduga digunakan untuk menjalankan kejahatan. Jaringan kriminal tersebut pertama kali diungkap oleh polisi Tiongkok pada 2025.

Polisi Tiongkok kemudian membagikan informasi mengenai kasus tersebut kepada pihak Thailand dan meminta bantuan untuk membongkar jaringan tersebut. Penyelidikan menemukan adanya kerja sama antara dua tersangka utama dalam menjalankan aksi penipuan.

Salah satu tersangka diduga mengoperasikan sebuah toko di Thailand sebagai kedok untuk memperoleh informasi kartu kredit korban secara ilegal. Sementara itu, tersangka lainnya diduga menggunakan data kartu kredit yang dicuri untuk membuat kartu palsu.

Tersangka tersebut juga diduga merekrut orang untuk menggunakan kartu palsu dalam berbagai transaksi penipuan. Para pelaku kemudian diduga mencuci hasil kejahatan untuk memperoleh keuntungan.

Otoritas sejauh ini mengidentifikasi kerugian finansial lebih dari 5 juta yuan (Rp13,2 miliar) yang terkait dengan kasus tersebut. Polisi terus melakukan penyelidikan terhadap jaringan dan aktivitas keuangan para tersangka.

Operasi tersebut menjadi tindakan penegakan hukum gabungan terkoordinasi pertama dalam beberapa tahun terakhir. Operasi itu dilakukan kepolisian Tiongkok dan Thailand untuk menargetkan kejahatan ekonomi.

Tiongkok dan Thailand juga akan menjajaki pembentukan mekanisme kerja sama rutin untuk memberantas kejahatan ekonomi lintas batas. Kerja sama tersebut akan mencakup pertukaran informasi dan keahlian, analisis bersama, pengejaran tersangka, serta pemulihan hasil kejahatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....