Kolombia Tetapkan Darurat Ekonomi Pascagempa Besar

  • 13 Agt 2026 16:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menetapkan status keadaan darurat ekonomi sebagai respons terhadap krisis yang ditimbulkan oleh gempa bumi besar.
  • Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, mengakibatkan 265 orang meninggal dunia.
  • De la Espriella menekankan bahwa percepatan pembangunan kembali wilayah yang terdampak oleh gempa merupakan prioritas yang sangat mendesak.

RRI.CO.ID, Bogota — Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menetapkan keadaan darurat ekonomi untuk menangani krisis akibat gempa bumi. Gempa magnitudo 7,4 melanda negara tersebut pada Senin, 10 Agustus 2026.

Melansir dari Al Jazeera, gempa besar tersebut sejauh ini telah menyebabkan 265 orang meninggal dunia. De la Espriella mengatakan percepatan pembangunan kembali wilayah terdampak merupakan hal yang sangat mendesak.

Menurutnya, keadaan darurat ekonomi diperlukan agar pemerintah dapat menangani krisis dan mempercepat proses pemulihan. Kebijakan tersebut merupakan mekanisme yang diatur dalam Konstitusi Kolombia.

Pemerintah berharap langkah itu dapat mempercepat penanganan dampak gempa sekaligus memenuhi kebutuhan para korban. Keadaan darurat ekonomi tersebut juga akan memungkinkan pemerintah membentuk Dana Miracle.

Dana itu akan menyalurkan kontribusi nasional dan internasional untuk mendukung pembangunan kembali wilayah yang terdampak gempa. Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

Rumah sakit, pusat pendidikan, jembatan, jalan, dan bandara termasuk infrastruktur yang akan menjadi sasaran pembangunan kembali. De la Espriella mengatakan penetapan keadaan darurat merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap para korban.

Kebutuhan masyarakat terdampak akan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam proses pemulihan. Gempa tersebut menyebabkan duka mendalam bagi masyarakat Kolombia, lebih dari 500 orang masih dinyatakan hilang.

Tim penyelamat masih menghadapi tantangan dalam mencari orang-orang yang belum ditemukan. Selain korban meninggal, sebanyak 3.770 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa.

Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan besar terhadap permukiman warga, lebih dari 9.550 rumah dilaporkan hancur akibat gempa. Besarnya kerusakan meningkatkan kebutuhan akan bantuan dan pembangunan kembali di berbagai wilayah terdampak.

Pemerintah Kolombia berharap dukungan nasional dan internasional dapat membantu mempercepat proses pemulihan. Penetapan keadaan darurat ekonomi menjadi langkah pemerintah untuk mempercepat penanganan krisis dan pemulihan pascagempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....