PBB Laporkan Ribuan Rumah Rusak Akbiat Gempa Kolombia

  • 12 Agt 2026 14:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang Kolombia pada 10 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan infrastruktur yang sangat besar di berbagai wilayah.
  • PBB melaporkan hampir 5.000 rumah mengalami kerusakan dengan 387 rumah di antaranya hancur total, dan 61 bangunan lainnya runtuh.
  • Lebih dari 550 lembaga pendidikan, 350 pusat komunitas, 24 fasilitas kesehatan terdampak, serta 53 ruas jalan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

RRI.CO.ID, Bogota — Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan besar di sejumlah wilayah. PBB melaporkan hampir 5.000 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, dengan 387 rumah di antaranya hancur.

Melansir dari Anadolu, Rabu, 12 Agustus 2026, sebanyak 61 bangunan juga dilaporkan runtuh merusak 24 fasilitas kesehatan. Lebih dari 550 lembaga pendidikan dan 350 pusat komunitas juga terdampak dan sebanyak 53 ruas jalan mengalami kerusakan.

Gangguan juga terjadi pada berbagai layanan penting bagi masyarakat, termasuk listrik, pasokan air, layanan kesehatan, dan konektivitas. Sedikitnya 250 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa, sementara 1.495 orang lainnya mengalami luka-luka.

Juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Jens Laerke, menyampaikan perkembangan tersebut kepada wartawan di Jenewa. Ia mengatakan dampak gempa terlihat pada berbagai fasilitas umum dan infrastruktur di sejumlah kota.

Valle del Cauca menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah. Kota Cali di wilayah tersebut mengalami kerusakan signifikan pada infrastruktur kesehatan.

Sebagian menara Hospital Universitario del Valle yang menampung layanan kardiologi dan pediatri juga mengalami keruntuhan. Sementara itu, Clinica Nuestra harus dievakuasi sepenuhnya setelah gempa terjadi.

Kerusakan pada sistem air juga menambah tantangan operasional bagi fasilitas kesehatan. Gangguan pasokan air menyulitkan sejumlah fasilitas dalam menjalankan layanan medis dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pihak berwenang masih melakukan pendataan terhadap dampak gempa di berbagai wilayah. Kerusakan pada rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur menyebabkan kebutuhan masyarakat meningkat.

Pemerintah Kolombia juga menghadapi tantangan dalam memulihkan layanan dasar yang terganggu, namun belum mengajukan permintaan resmi untuk bantuan internasional. PBB terus memantau situasi dan dampak gempa terhadap masyarakat yang terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....