Kolombia Tetapkan Status Bencana Nasional usai Diguncang Gempa Besar

  • 11 Agt 2026 16:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, memicu penetapan status bencana nasional oleh pemerintah.
  • Sedikitnya 132 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka dalam gempa, sementara ratusan orang masih dilaporkan hilang.
  • Layanan Geologi Kolombia menyatakan gempa ini adalah yang terkuat di negara tersebut pada abad ke-21, dan dampaknya terasa hingga ke negara tetangga Ekuador dan Panama.

RRI.CO.ID, Bogota — Kolombia menetapkan status bencana nasional setelah gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat negara itu, Senin, 10 Agustus 2026. Gempa tersebut menewaskan sedikitnya 132 orang dan melukai ratusan lainnya, sementara ratusan orang masih dilaporkan hilang.

Layanan Geologi Kolombia menyebut gempa itu sebagai yang terkuat yang tercatat di negara tersebut pada abad ke-21. Gempa mengguncang sejumlah kota, termasuk Cali, Pereira, Quibdo, dan Manizales, serta terasa hingga negara tetangga Ekuador dan Panama.

Pusat gempa berada di San Jose del Palmar, wilayah Choco, sekitar 400 kilometer sebelah barat Bogota, dengan kedalaman sekitar 107 kilometer. Sedikitnya 21 gempa susulan terjadi dalam beberapa jam setelah gempa utama, dilansir dari Xinhua dan Al Jazeera.

Di Cali, tim penyelamat dan warga menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari korban. Sedikitnya 20 bangunan di kota tersebut runtuh dan 380 lainnya mengalami kerusakan, banyak warga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan.

Bagian langit-langit bandara Pereira juga runtuh ketika warga berlindung dari gempa. Otoritas menangguhkan operasional sejumlah bandara di wilayah barat Kolombia untuk memungkinkan pemeriksaan struktur oleh para insinyur.

Presiden Abelardo de la Espriella mengatakan pemerintah mengerahkan seluruh kemampuan untuk menangani bencana. Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah menyelamatkan korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Gangguan komunikasi menyulitkan upaya mendapatkan informasi mengenai kondisi di sejumlah wilayah terpencil. Basis data digital untuk orang hilang mencatat lebih dari 1.400 orang, terutama dari Cali dan Pereira.

Pemerintah dan tim penyelamat terus melakukan pencarian korban di berbagai lokasi terdampak. Kolombia berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang dikenal memiliki aktivitas gempa tinggi.

Namun, gempa bermagnitudo di atas 6,0 tergolong jarang terjadi di negara tersebut. Bantuan internasional mulai berdatangan setelah pemerintah menetapkan status bencana nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....